IKAPTK Kuningan Eratkan Silaturahmi, Teguhkan Loyalitas ASN untuk Kuningan Melesat
Pemerintahan    Selasa 14 April 2026    01:07:44 WIBKUNINGAN - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Kuningan dalam momentum halal bihalal yang digelar di Rumah Makan Saung Ema, Minggu (12/4/2026). Lebih dari sekadar temu kangen, pertemuan ini menjadi ruang memperkuat ikatan batin, meneguhkan loyalitas, serta menyatukan langkah dalam mendukung pembangunan daerah.
Para alumni APDN/STPDN yang hadir—baik yang masih aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun yang telah purna bakti—membaur tanpa sekat. Hadir pula jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati Kuningan, wakil bupati, hingga sekretaris daerah, menandai kuatnya sinergi antara pemerintah dan jejaring alumni kepamongprajaan.
Ketua DPK IKAPTK Kabupaten Kuningan, Deniawan, menegaskan bahwa organisasi ini bukan hanya wadah silaturahmi, melainkan juga memiliki tanggung jawab sosial. Melalui program “Gema Sadulur”, IKAPTK menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan santunan kepada anak yatim—sebuah pesan bahwa pengabdian tidak berhenti di ruang birokrasi.
“Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi komitmen bersama untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari kalangan senior, suara dukungan juga menguat. Yayan Sopyan, perwakilan purna bakti, menilai kekompakan kepemimpinan daerah saat ini menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia meyakini, pengalaman dan kapasitas para alumni IKAPTK dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendorong kemajuan daerah.
Sementara itu, Bupati Kuningan dalam arahannya mengajak seluruh ASN, khususnya alumni STPDN, untuk memaknai halal bihalal sebagai momentum menyatukan hati dan memperkuat komitmen pengabdian. Ia menekankan bahwa esensi menjadi ASN terletak pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
“Tidak perlu muluk-muluk, yang penting hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Di tengah tantangan pembangunan—mulai dari perbaikan infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga penanganan kemiskinan—Bupati optimistis bahwa sinergi yang terbangun akan menjadi kunci percepatan perubahan. Baginya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen.
Halal bihalal ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjelma menjadi titik temu semangat, tempat nilai-nilai pengabdian diteguhkan kembali, sekaligus pijakan awal untuk melangkah bersama menuju Kuningan yang kian melesat.***Red Ading Permana
























