Keselamatan di Atas Segalanya, Bupati Sukabumi Ajak Warga Jadikan Siaga Bencana sebagai Gaya Hidup
Pemerintahan    Kamis 23 April 2026    11:37:09 WIBSUKABUMI - Komitmen terhadap keselamatan jiwa kembali ditegaskan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari budaya sehari-hari, bukan sekadar respons saat bencana datang.
Dalam apel yang digelar di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/4/2026), Asep menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kesiapsiagaan adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih murah dibandingkan biaya pemulihan pascabencana.
“Keselamatan jiwa adalah harga tertinggi yang harus kita jaga. Kesiapsiagaan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kabupaten Sukabumi, yang dikenal memiliki kekayaan alam melimpah, juga menyimpan potensi bencana yang tinggi. Kondisi tersebut, kata Asep, menuntut seluruh pihak untuk lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Pemerintah daerah pun terus memperkuat sistem penanggulangan bencana, mulai dari pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana), penguatan Tim Reaksi Cepat (TRC), pemasangan sistem peringatan dini (early warning system/EWS), hingga pelaksanaan simulasi kebencanaan secara berkala.
Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi juga didorong agar informasi kebencanaan dapat tersampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Eki Radiana Rizki menyampaikan bahwa peringatan HKB menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas seluruh unsur kebencanaan, sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana.
“Kami memastikan seluruh peralatan kesiapsiagaan berfungsi dengan baik, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya siaga bencana,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Sukabumi juga menyerahkan penghargaan kepada berbagai instansi, relawan, dan komunitas yang telah berkontribusi aktif dalam upaya kesiapsiagaan bencana.
Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat ketahanan daerah, sehingga masyarakat Sukabumi tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu bangkit dengan lebih cepat dan tangguh.***Red-Dadan Sundana




























