Menutup Masa Tugas dengan Haru, Christo Tinggalkan Jejak Perubahan di Lapas Karawang
Daerah    Rabu 29 April 2026    18:14:35 WIBKARAWANG - Suasana haru menyelimuti acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Rabu (29/4/2026). Christo Victor Nixon Toar menutup masa tugasnya dengan penuh refleksi, setelah dua tahun lima bulan memimpin lembaga yang pernah dikenal sebagai “zona merah”.
Di hadapan jajaran Forkopimda, instansi vertikal, tokoh masyarakat, dan insan pers, Christo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang mengiringi langkahnya selama bertugas. Ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas dan mendorong perubahan di Lapas Karawang.
“Saya mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan semua pihak. Kepercayaan untuk promosi ini adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.
Tak banyak yang tahu, penugasan ke Karawang sempat ia tolak. Saat itu, ia baru menuntaskan tugas di Lapas Sukabumi dan memahami betul reputasi Karawang yang sarat tantangan. Namun seiring waktu, ia justru melihat tekad perubahan dari para petugas.
Tahun 2024 pun ia canangkan sebagai “Tahun Perubahan”, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM). Baginya, kualitas SDM adalah fondasi utama dalam membangun sistem pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.
“Tanpa SDM yang kuat, mustahil pelayanan dan pengamanan berjalan optimal,” kata dia.
Pembenahan dilakukan dari hal mendasar: disiplin terhadap standar operasional prosedur (SOP). Setiap kepala seksi didorong untuk memastikan seluruh petugas memahami tugas pokok dan fungsi. Dari proses itu, kesadaran kolektif tentang pentingnya integritas mulai tumbuh.
Perlahan, wajah Lapas Karawang berubah. Upaya menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pun mulai terlihat sebagai buah dari kerja bersama, bukan sekadar kepemimpinan individu.
Mutasi ke Lapas Kelas I Malang datang lebih cepat dari yang ia bayangkan. Panggilan mendadak pada 8 April membuatnya harus segera berkemas, tanpa sempat berpamitan secara personal kepada banyak pihak.
“Saya masih merasa banyak yang perlu dibenahi. Tapi ini amanah yang harus dijalankan,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pemangku kepentingan yang belum sempat ia temui langsung. Meski singkat, masa tugasnya ia sebut penuh makna.
Kepada penerusnya, Ma’ruf, Christo menitipkan harapan agar program perubahan terus dilanjutkan. Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menjaga semangat melayani.
“Layani masyarakat dengan sepenuh hati, sebelum semangat itu pudar,” pesannya.
Di akhir sambutan, Christo menundukkan suara. Ia memohon maaf atas segala kekurangan selama memimpin. Ketegasan yang ia tunjukkan, katanya, semata untuk mendorong perbaikan.
Dengan langkah baru menuju Malang, Christo meninggalkan Karawang dengan satu jejak penting: bahwa perubahan, bahkan di tempat yang paling sulit sekalipun, selalu mungkin terjadi ketika ada kemauan bersama.***Red-Emn
























