Ribuan Buruh Bekasi Tumpah ke Monas, Suarakan Harapan di Hari May Day 2026
Daerah    Jumat 01 Mei 2026    15:45:43 WIBBekasi – Gelombang ribuan buruh dari berbagai kawasan industri di Kabupaten Bekasi bergerak menuju jantung Ibu Kota, Jumat (1/5/2026), untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Dengan semangat kebersamaan, sedikitnya 18.860 pekerja memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), membawa harapan akan kesejahteraan yang lebih baik.
Perjalanan panjang para buruh ini dimulai dari tujuh titik kumpul utama di kawasan industri, seperti Jababeka, GIIC, Deltamas, Hyundai, EJIP, Gobel, MM2100, hingga Marunda Center. Mereka berangkat menggunakan ratusan bus, kendaraan pribadi, dan mobil komando, dengan pengawalan ketat aparat gabungan demi memastikan perjalanan tetap aman dan tertib.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Bekasi, Fuad Hasan, menyebutkan bahwa seluruh rombongan telah tiba di Monas sejak pagi hari. “Mereka sudah berada di Monas dengan pengawalan petugas keamanan gabungan,” ujarnya di Cikarang.
Di balik kemeriahan peringatan, para buruh membawa suara yang tidak bisa diabaikan. Mereka menyuarakan tuntutan penting, mulai dari penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, hingga evaluasi program pemagangan kerja.
Perwakilan buruh, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan. “Ini adalah momentum menyampaikan aspirasi. Kami berharap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada buruh, sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.
Di sisi lain, pengamanan menjadi prioritas utama. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, turun langsung memimpin pengamanan keberangkatan dari kawasan MM2100. Sebanyak 1.758 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal pergerakan massa hingga perbatasan DKI Jakarta. Selain itu, ambulans dan tenaga medis juga disiagakan sebagai langkah antisipasi.
“Kami mengajak seluruh buruh menjaga kondusivitas dan merayakan May Day dengan aman dan penuh kebahagiaan,” ujar Sumarni.
Tahun ini, peringatan May Day dipusatkan di Monas sesuai arahan Kementerian Ketenagakerjaan, tanpa kegiatan seremonial di tingkat daerah. Agenda nasional tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Meski mayoritas buruh memilih menuju Monas dan Gedung DPR/MPR RI, sebagian lainnya merayakan May Day dengan cara berbeda, seperti berkendara motor menuju Bumi Perkemahan Bojongmangu di Kabupaten Bekasi.
Di tengah riuhnya perayaan, satu hal tetap sama: harapan para buruh untuk kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. May Day 2026 menjadi pengingat bahwa di balik roda industri yang terus berputar, ada jutaan pekerja yang terus memperjuangkan hak dan masa depan mereka.***Red-Sam
























