Habbina
Tak Sekadar Seremonial, Hardiknas dan Ajakan untuk Berani Menulis
0 Komentar 134 pembaca

Tak Sekadar Seremonial, Hardiknas dan Ajakan untuk Berani Menulis

Pendidikan

Purwakarta – Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei seharusnya tidak berhenti pada seremonial semata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan tulisan mampu menggugah kesadaran dan bahkan mengubah arah sejarah.

Sosok Ki Hajar Dewantara menjadi bukti nyata bagaimana kata-kata dapat menjadi alat perjuangan. Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, ia bukan hanya dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional, tetapi juga seorang penulis yang berani menyuarakan kebenaran.

Salah satu tulisannya yang paling terkenal, “Seandainya Aku Seorang Belanda”, mengguncang pemerintahan kolonial saat itu. Dalam tulisannya, Ki Hajar mengkritik keras sikap penjajah yang merayakan kemerdekaan di atas penderitaan bangsa yang dijajah. Ia bahkan menyebut tindakan meminta rakyat Indonesia menyumbang untuk perayaan tersebut sebagai bentuk penghinaan.

Tulisan itu bukan sekadar opini, melainkan bentuk perlawanan. Dampaknya pun besar—ia diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda karena dianggap sebagai ancaman. Namun dari situlah terlihat bahwa tulisan memiliki daya yang melampaui sekadar rangkaian kata.

Di era digital saat ini, ruang untuk menulis terbuka jauh lebih luas. Siapa pun bisa menuangkan gagasan melalui buku, media sosial, hingga berbagai platform daring. Ironisnya, kemudahan ini tidak selalu diiringi dengan keberanian.

Banyak orang ragu untuk menulis. Perasaan tidak percaya diri, takut dikritik, hingga kekhawatiran dianggap keliru kerap menjadi penghambat. Tak sedikit pula tulisan yang berhenti di tengah jalan, tersimpan tanpa pernah dibaca.

Padahal, jika berkaca pada Ki Hajar Dewantara, tulisan lahir dari keberanian dan kejujuran. Tidak harus sempurna, tidak harus langsung besar. Setiap ide yang dituangkan adalah langkah awal menuju perubahan.

Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi refleksi sekaligus ajakan. Bahwa generasi hari ini tidak cukup hanya menjadi pembaca, tetapi juga perlu menjadi penulis penyampai gagasan, penyuarakan kebenaran.

Sebab bisa jadi, dari tulisan sederhana yang lahir hari ini, akan tumbuh perubahan besar di masa depan.***Red-M .Ags

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top