Diiringi Harap dan Doa, 444 Jemaah Haji Karawang Diberangkatkan
Daerah    Jumat 01 Mei 2026    20:51:12 WIBKarawang - Pemerintah Kabupaten Karawang resmi melepas 444 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 9 JKS, Jumat (1/5/2026). Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, sebelum rombongan diberangkatkan menuju embarkasi dengan 11 bus utama dan satu bus cadangan.
Di balik keberangkatan tersebut, terselip kabar haru. Dari total 445 jemaah yang semula dijadwalkan berangkat, satu orang terpaksa menunda perjalanan suci karena kondisi kesehatan yang menurun.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, menjelaskan bahwa jemaah yang tertunda merupakan seorang lansia dengan keterbatasan fisik. Dalam beberapa hari terakhir, yang bersangkutan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Seharusnya 445 orang, tetapi ada satu jemaah yang sakit dan kemungkinan belum bisa berangkat bersama Kloter 9,” ujarnya.
Menurut Rojak, keputusan tersebut diambil demi keselamatan jemaah itu sendiri. Kondisi fisik yang tidak memungkinkan dikhawatirkan akan menghambat pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik cukup tinggi.
“Karena sudah sepuh dan tidak bisa berjalan, kami khawatir justru akan menyulitkan dirinya dan jemaah lain,” katanya.
Saat ini, pihak Kementerian Haji terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang untuk memantau perkembangan kondisi jemaah tersebut. Jika dalam waktu dekat kesehatannya membaik, masih ada peluang untuk diberangkatkan pada Kloter 27 JKS.
“Kalau dalam satu minggu kondisinya membaik, bisa diberangkatkan di kloter berikutnya meskipun masuk gelombang kedua,” jelasnya.
Namun demikian, apabila hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan atau tidak istitha’ah, maka keberangkatan akan ditunda hingga musim haji tahun berikutnya.
Rojak menambahkan, dalam kondisi tertentu, hak keberangkatan jemaah juga dapat dialihkan kepada ahli waris sesuai aturan yang berlaku.
“Jika dinyatakan tidak istitha’ah, bisa digantikan oleh ahli waris seperti anak, orang tua, atau saudara,” pungkasnya.
Di tengah kabar tersebut, ratusan jemaah yang berangkat tetap memanjatkan doa, membawa harapan besar agar perjalanan ibadah mereka berjalan lancar serta mendoakan satu rekan mereka yang tertunda, agar segera pulih dan dapat menyusul ke Tanah Suci.***Red-Emn
























