Dari Alun-Alun Indramayu, Semangat Pendidikan Tumbuh untuk Masa Depan Generasi
Pendidikan    Sabtu 02 Mei 2026    16:24:37 WIBINDRAMAYU - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Indramayu tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Di Alun-alun Indramayu, Sabtu (2/5/2026), semangat itu terasa dalam amanat yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti. Ia menegaskan, pendidikan adalah usaha kolektif untuk menyiapkan generasi Indonesia yang kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Mengutip amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, pemerintah kini mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai strategi utama meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan ini menempatkan proses belajar sebagai inti kemajuan bangsa, dimulai dari ruang-ruang kelas.
Upaya tersebut diperkuat melalui lima kebijakan strategis, mulai dari pembangunan dan revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi dan numerasi, hingga perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Namun, lebih dari sekadar kebijakan, Asep mengingatkan pentingnya fondasi non-teknis: pola pikir maju, mental yang tangguh, dan tujuan yang lurus. Tanpa itu, program pendidikan berisiko hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua,” ujarnya.
Di sisi lain, suara dari lapangan turut menguatkan pesan tersebut. Nur Aisah, guru SMPN 1 Patrol, melihat Hardiknas sebagai pengingat bagi para pendidik untuk terus berinovasi agar pembelajaran lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Hal senada disampaikan Ayu Wandirah, siswi SMAN 1 Sindang. Ia mengaku semakin termotivasi untuk belajar lebih giat dan berharap dunia pendidikan memberikan ruang lebih luas bagi pelajar untuk berkembang dan berprestasi.
Rangkaian peringatan Hardiknas juga diwarnai dengan pemberian berbagai penghargaan kepada siswa, guru, dan pegiat pendidikan yang berprestasi, baik di tingkat lokal hingga internasional. Mulai dari prestasi akademik, seni, olahraga, hingga inovasi lingkungan dan pendidikan berbasis masyarakat.
Nama-nama seperti Muhammad Zhafran Al Fatih, Adeeva Afseen Mysha Firoos, hingga Athalia Aerilyn Noeryn menjadi representasi generasi muda Indramayu yang mampu bersaing di berbagai ajang. Sementara para guru dan penggerak pendidikan seperti Eti Rukmiati dan Ana Rohdiana menunjukkan bahwa dedikasi dan inovasi tetap menjadi kunci perubahan di dunia pendidikan.
Hardiknas di Indramayu tahun ini menegaskan satu hal: kemajuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil gotong royong semua pihak. Dari guru, siswa, hingga masyarakat, semuanya berperan dalam menumbuhkan harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah.***Red-M. Fikri Rianto
























