Habbina
Adu Penalti Kembali Jadi Penentu, Akademi Persipo Putri Bawa Pulang Pelajaran Berharga
0 Komentar 180 pembaca

Adu Penalti Kembali Jadi Penentu, Akademi Persipo Putri Bawa Pulang Pelajaran Berharga

Olah Raga

PURWAKARTA – Langkah Akademi Persipo Putri untuk merengkuh gelar juara Liga JIS dan BSJ United Soccer 2026 harus terhenti di partai final. Bermain di BSJ Tangerang, Sabtu (26/9/2026), tim asal Purwakarta itu takluk dari Raganegri melalui drama adu tendangan penalti.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Akademi Persipo Putri langsung tampil agresif dan mampu membuka keunggulan ketika laga baru berjalan empat menit melalui sepakan Raisa Naifa.
Gol tersebut membuat para pemain Akademi Persipo Putri tampil semakin percaya diri. Keunggulan 1-0 mampu mereka pertahankan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin terbuka. Kedua kesebelasan silih berganti melancarkan serangan dan menciptakan peluang.
Akademi Persipo Putri yang dimotori Khaira, Wulan, Indira Kirani Jagad dan Rara beberapa kali mampu menguasai jalannya pertandingan. Di lini belakang, Rina, Nadia, Anggita dan Nada tampil disiplin untuk meredam tekanan lawan.
Di bawah mistar, Syifa yang menjalani debutnya dalam pertandingan besar Liga JIS juga mampu memperlihatkan performa cukup meyakinkan.
Sementara di lini tengah, Nayra Amanda Putri mulai kembali menemukan sentuhannya setelah sebelumnya menjalani pemulihan cedera lutut. Adapun Raisa Naifa, pemain senior kelahiran 2019, turut menjalankan peran penting dengan membimbing para pemain yang mayoritas masih berusia di bawah 15 tahun.
Namun, keunggulan tersebut akhirnya sirna. Raganegri mampu memanfaatkan serangan balik cepat untuk mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 1-1.
Kedudukan imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dengan format dua kali tujuh menit.
Drama semakin menegangkan ketika kedua tim kembali gagal mencetak gol sepanjang tambahan waktu. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir dan pemenang harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, dua eksekutor Akademi Persipo Putri gagal menjalankan tugasnya. Raganegri akhirnya menang 4-3 dan memastikan diri sebagai juara Liga JIS dan BSJ United Soccer 2026.
Bagi Akademi Persipo Putri, kekalahan tersebut bukan sekadar hasil akhir. Ada pengalaman dan pelajaran yang dinilai penting untuk perkembangan para pemain muda.
Pembina Akademi Persipo Putri, Akhmad Syaa, mengatakan kekalahan melalui adu penalti merupakan bagian dari sepak bola yang harus diterima dengan lapang dada.
Menurutnya, sejumlah tim besar dunia pun pernah merasakan pahitnya kekalahan melalui adu penalti. Meski demikian, pengalaman tersebut tetap menjadi bahan evaluasi bagi timnya.
"Ini sudah kali kedua kami kalah dalam adu penalti di partai final. Sebelumnya kami juga kalah dari Goal Eksis di Tangerang," kata Akhmad.
Ia menilai aspek mental menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diperkuat. Menurutnya, menjadi juara pada sebuah kompetisi besar tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental menghadapi tekanan.
"Untuk menjadi juara di event besar harus mempunyai mental juara. Memiliki mental juara perlu waktu dan jam terbang yang cukup dalam event kompetisi yang terukur, baik dari sarana prasarana, perangkat pertandingan maupun waktu," ujarnya.
Akhmad menjelaskan, sebagian besar pemain yang dibawa dalam turnamen tersebut merupakan pemain baru dan masih berusia di bawah 15 tahun. Karena itu, keikutsertaan dalam Liga JIS dan BSJ United Soccer 2026 menjadi bagian dari proses pembentukan mental sekaligus menambah pengalaman bertanding.
"Ini adalah jam terbang yang terukur bagi pemain. Walaupun ada beberapa hal dari sisi penyelenggaraan yang perlu dievaluasi, termasuk perubahan jadwal final dan kepastian lawan yang baru diketahui sekitar 15 menit sebelum grand final berlangsung," katanya.
Meski terdapat sejumlah catatan, Akhmad mengapresiasi kualitas peserta turnamen yang dinilainya cukup baik untuk memberikan pengalaman kompetitif bagi para pemain muda.
Ia menegaskan, kegagalan meraih gelar juara tidak perlu disesali secara berlebihan. Kekalahan tersebut justru akan menjadi bahan evaluasi sebelum Akademi Persipo Putri kembali berlaga di kompetisi berikutnya, termasuk Liga HPSL.
"Intinya, kekalahan adalah hal yang wajar. Walaupun dari sisi materi dan permainan kami merasa lebih unggul, sepakbola tidak seperti matematika. Itulah indahnya sepakbola yang mempunyai magnet kuat dan digemari masyarakat di seluruh dunia," pungkasnya.***Red-M.Ags

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top