Dari Desa untuk Indonesia Emas: Sukabumi Tegaskan Desa sebagai Motor Pembangunan
Pemerintahan    Kamis 15 Januari 2026    18:47:38 WIBSUKABUMI -Semangat membangun Indonesia dari akar rumput mengemuka dalam peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 47 kepala desa dari total 381 desa hadir memperingati Hardesnas yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026).
Peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, para camat, perwakilan APDESI, Parade Nusantara, serta sejumlah lembaga kemasyarakatan desa. Mengusung tema “Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045”, Hardesnas menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan peran strategis desa dalam pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa paradigma pembangunan desa telah berubah. Desa tidak lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek sekaligus ujung tombak penggerak ekonomi nasional.
“Desa hari ini adalah pusat pertumbuhan. Ketika desa kuat, maka ekonomi daerah hingga nasional akan ikut menguat,” ujar Asep Japar.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Koperasi ini diharapkan menjadi instrumen konsolidasi berbagai potensi ekonomi desa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga distribusi dan pemasaran produk unggulan desa.
“Koperasi Desa Merah Putih menjadi wadah bersama untuk mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan,” katanya.
Bupati juga meminta para kepala desa dan pemangku kepentingan terkait untuk mengawal percepatan pembangunan koperasi tersebut sebagai bentuk sinergi konkret demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Lebih jauh, Asep Japar mendorong lahirnya desa-desa inovatif di Kabupaten Sukabumi—desa yang mampu membaca peluang, adaptif terhadap perubahan, serta kreatif dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menilai Hardesnas sebagai momentum strategis untuk menegaskan posisi desa sebagai fondasi utama pemerintahan dan pembangunan nasional.
“Desa saat ini bukan lagi pelengkap, tetapi motor penggerak pembangunan negara,” ujarnya.
Menurut Samsul, peringatan Hari Desa Nasional bertujuan menumbuhkan kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya pembangunan desa, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa, serta mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Rangkaian Hardesnas di Kabupaten Sukabumi juga diisi dengan kegiatan gotong royong bakti desa yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah beberapa hari sebelumnya. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan nilai sosial yang menjadi identitas kuat desa.
Pada tingkat nasional, peringatan Hardesnas 2026 dipusatkan di Boyolali, Jawa Tengah. Sementara di Sukabumi, peringatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Bupati Sukabumi kepada puluhan desa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kontribusi nyata dalam pembangunan desa.
Peringatan Hardesnas 2026 ini menegaskan satu pesan penting: membangun Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari desa—dari ruang-ruang kecil tempat harapan, kerja keras, dan masa depan bangsa bertumbuh.***Dadan Sundana




























