Dari Sidak hingga Harapan Baru: Kang Dedi Mulyadi Turun ke Ciremai, Menanam Masa Depan Bersama Warga
Pemerintahan    Kamis 15 Januari 2026    23:42:46 WIBKUNINGAN - Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menepati komitmennya untuk hadir langsung di jantung persoalan lingkungan. Kamis (15/1/2026), KDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), kawasan konservasi yang selama ini menjadi sumber kehidupan sekaligus harapan masyarakat di sekitarnya.
Sidak dimulai dari wilayah Pasawahan, lokasi yang belakangan ramai diperbincangkan akibat dugaan aktivitas penambangan di kawasan kaki Gunung Ciremai. Dari sana, rombongan melanjutkan peninjauan ke objek wisata Telaga Nilem di Desa Kaduela. Dalam kegiatan tersebut, KDM didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah kepala perangkat daerah.
Di sela peninjauan, KDM berhenti di sebuah jalur setapak, tak jauh dari bekas galian batu. Di lokasi itulah ia berdialog langsung dengan Kepala Balai TNGC Kuningan, Toni Anwar, S.Hut., MT. Nada suaranya tegas, namun sarat keprihatinan.
“Ini di kaki Gunung Ciremai nambang batu, lihat. Disangkanya saya tidak akan diam-diam sampai ke sini,” ujar KDM sambil menunjuk bekas galian yang menganga.
Dalam dialog tersebut, KDM menegaskan bahwa aktivitas penambangan di kawasan konservasi tidak dapat ditoleransi. Ia mengkritik pendekatan seremonial dalam upaya penghijauan yang kerap berujung pada hutan kembali gundul.
“Kalau bicara kewenangan, nggak akan selesai. Pertanyaan saya sederhana, nanam pohon di daerah gundul itu kewenangan siapa? Kenapa dibiarkan? Gundul, Pak. Karena kegiatannya proyek. Setelah nanam, ditinggalkan. Itu moal jadi,” tegasnya.
Sebagai solusi, KDM menggagas pola pemulihan kawasan yang melibatkan langsung masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, siap turun tangan menanam pohon di area kosong TNGC dengan skema padat karya.
“Areal yang kosong ditanami oleh Pemprov. Warga menggarap dua hektare, satu warga saya beri upah satu setengah juta per bulan untuk merawat pohon,” ungkap KDM.
Lebih dari sekadar program, KDM menekankan perlunya perubahan cara pandang semua pihak terhadap Gunung Ciremai. Baginya, Ciremai bukan objek komoditas, melainkan titipan kehidupan.
“Hayu kita perbaiki mental-mental kita. Tugas kita menjaga Ciremai, bukan mengkomersilkan Ciremai. Itu komitmennya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun TNGC berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat memiliki tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam.
“Saya nanam pohon di TNGC, menggaji rakyat menanam pohon, itu kewenangan saya bukan? Bukan. Tapi saya punya tanggung jawab terhadap tanah dan air,” katanya.
Selain persoalan tambang, KDM turut menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pencurian kayu bernilai tinggi seperti sonokeling. Ia menilai patroli di kawasan hutan masih belum optimal dan membuka peluang keterlibatan Pemprov Jabar untuk memperkuat pengamanan.
Di akhir sidak, KDM menegaskan langkah konkret yang akan diambil: warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan akan dialihkan menjadi petugas penanam dan perawat pohon.
“Selama saya memimpin empat tahun, sampai pohonnya besar, saya gaji. Kalau diserahkan ke TNGC saja, takutnya teu jadi-jadi,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, KDM tidak didampingi Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., maupun Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn. Sekda Kuningan menjelaskan, Bupati Dian tengah menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah, sementara Wakil Bupati mengikuti Rakornas Kemendagri di Jakarta serta agenda pembentukan Paskibraka oleh BPIP.
Melalui Sekda, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat atas kepedulian dan komitmennya menjaga kelestarian Gunung Ciremai.
“Ciremai adalah kawasan konservasi yang harus dijaga bersama. Sejak awal, bagi kami kelestarian Ciremai adalah harga mati karena menyangkut ruang hidup masyarakat Kuningan lintas generasi,” ujar Bupati Dian.
Sidak ini bukan sekadar peninjauan, melainkan pesan kuat bahwa masa depan Gunung Ciremai ditentukan hari ini—oleh keberanian menjaga, merawat, dan mengembalikan alam kepada fungsinya sebagai sumber kehidupan.***Ading




























