Meneladani Isra Mikraj, Warga Situdam Perkuat Iman dan Kebersamaan
Dunia Islam    Jumat 16 Januari 2026    23:33:03 WIBSITUDAM JATISARI KARAWANG – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Dusun Kalen Sinem, Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, pada Jumat (16/1/2026). Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 M, yang digelar sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Acara keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Situdam, Iwan Kurniawan, beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan ibu-ibu majelis taklim. Kehadiran pimpinan desa di tengah-tengah masyarakat menjadi simbol dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual warga.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Situdam Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sarana penting untuk merefleksikan kembali perjalanan spiritual Rasulullah SAW, khususnya terkait perintah salat lima waktu yang menjadi fondasi utama kehidupan umat Islam.
“Isra Mikraj mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai tiang agama. Saya berharap, melalui peringatan ini, masyarakat Desa Situdam semakin meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iwan Kurniawan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan desa. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj sejalan dengan semangat membangun desa yang religius, rukun, dan berakhlak mulia.

“Pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini, karena pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, tausiah utama disampaikan oleh KH Ade Rossi, penceramah asal Karawang yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang sejuk dan mudah dipahami. Dalam ceramahnya, KH Ade Rossi mengulas makna mendalam dari peristiwa Isra Mikraj, khususnya tentang hubungan vertikal manusia dengan Allah SWT dan hubungan horizontal sesama manusia.
“Isra Mikraj adalah perjalanan spiritual yang luar biasa. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah salat. Maka, siapa yang menjaga salatnya, insyaallah Allah akan menjaga hidupnya,” tutur KH Ade Rossi di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, kesabaran, hingga kepedulian sosial. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks harus dihadapi dengan memperkuat iman dan akhlak, bukan hanya dengan ilmu pengetahuan semata.
“Jika kita ingin desa yang damai dan masyarakat yang sejahtera, maka akhlak Rasulullah harus menjadi contoh utama. Mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Acara peringatan Isra Mikraj ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan, tausiah, doa bersama, serta diakhiri dengan ramah tamah warga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Situdam berharap semangat Isra Mikraj tidak hanya terasa pada satu malam peringatan, tetapi terus hidup dalam perilaku dan keseharian, sebagai landasan membangun desa yang religius, harmonis, dan berkarakter.***Red




























