Hadir di Tengah Duka, Gubernur Jabar Pastikan Korban Longsor Pasirlangu Dapat Perlindungan dan Harapan Baru
Peristiwa    Sabtu 24 Januari 2026    22:22:20 WIBKABUPATEN BANDUNG BARAT – Di tengah duka mendalam akibat bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung meninjau posko pengungsian yang berlokasi di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1).
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu disambut haru para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di posko darurat. Dedi datang tidak sekadar meninjau, namun membawa kepastian dan langkah nyata bagi warga terdampak longsor di lereng Gunung Burangrang tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi memastikan setiap kepala keluarga yang terdampak bencana akan menerima bantuan sebesar Rp10 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya mengontrak tempat tinggal sementara sekaligus memenuhi kebutuhan hidup selama dua bulan ke depan.
Bahkan, di hadapan para pengungsi, Dedi langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman untuk segera menyiapkan anggaran bantuan tersebut agar bisa segera disalurkan kepada warga.
“Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga, ngontrak dulu di mana terserah. Yang penting tidak terlalu lama di posko,” ujar Dedi dengan nada tegas namun penuh empati.
Menurut Dedi, relokasi sementara menjadi langkah penting demi menjaga kondisi fisik dan mental para korban. Tinggal terlalu lama di posko pengungsian, kata dia, berpotensi menimbulkan stres berkepanjangan hingga gangguan kesehatan.
“Kalau di sini tambah stres, jadi penyakit. Kita ingin warga bisa tinggal sementara di tempat yang lebih layak dan aman,” ungkapnya.
Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar para korban, Dedi berharap pemerintah daerah dan tim gabungan dapat lebih fokus pada penanganan bencana secara menyeluruh. Mulai dari proses pencarian korban yang masih tertimbun material longsor hingga tahap pemulihan pascabencana.
“Kita fokus recovery, menyelesaikan pencarian korban yang masih tertimbun, lalu pemulihan kehidupan warga,” tambahnya.
Terkait data korban, Dedi menyebutkan hingga saat ini enam orang telah ditemukan. Longsor yang terjadi pada dini hari tersebut berdampak besar terhadap dua kampung di Desa Pasirlangu. Sedikitnya 30 rumah tertimbun material tanah dan bebatuan.
Berdasarkan data posko pengungsian, sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak langsung akibat peristiwa tersebut. Lima orang dilaporkan meninggal dunia, 23 warga berhasil selamat, sementara 85 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus bekerja tanpa henti.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Pasirlangu, memastikan keselamatan, pemulihan, serta masa depan warga terdampak bencana tetap terjaga.***Ayi Herlambang




























