Sentuhan Negara untuk Keluarga Korban Banjir Aceh Utara
Sosial    Minggu 25 Januari 2026    02:20:30 WIBAceh Utara – Negara kembali hadir di tengah duka masyarakat. Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan secara langsung santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara. Penyerahan dilakukan di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (24/1).
Sebanyak 270 ahli waris menerima santunan dengan total nilai mencapai Rp4.050.000.000. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh Utara beberapa waktu lalu.
Gus Ipul menegaskan bahwa penyaluran santunan ini merupakan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya yang terdampak bencana.
“Di sini kami menyerahkan secara langsung, sesuai arahan Presiden, santunan bagi keluarga yang meninggal dunia akibat bencana beberapa waktu yang lalu. Ini adalah wujud kehadiran dan kepedulian negara,” ujar Gus Ipul usai kegiatan.
Santunan diberikan dalam bentuk uang tunai, masing-masing sebesar Rp15 juta bagi korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi korban luka berat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 836 jiwa di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menerima santunan yang disalurkan melalui Kementerian Sosial.
Selain sebagai bantuan ekonomi, Gus Ipul berharap santunan ini dapat meringankan beban psikologis keluarga korban sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pascabencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, Anggota DPD RI Azhari Cage, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, unsur Forkopimda Aceh Utara, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan pendampingan dan pemulihan menyeluruh, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun infrastruktur, agar masyarakat Aceh Utara dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan lebih tangguh menghadapi bencana di Masa mendatang.***Bambang. Ep




























