Cuaca Ekstrem Mengintai, Warga Kuningan Diminta Waspada Ancaman Pohon Tumbang
Peristiwa    Senin 26 Januari 2026    00:30:14 WIBKUNINGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang seiring prakiraan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP, meminta para lurah dan kepala desa untuk aktif mengingatkan warganya agar melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki pohon berukuran besar di sekitar rumah.
“Pohon dengan dahan yang terlalu lebat agar segera dipangkas. Sementara pohon yang sudah tua, lapuk, miring, dan berpotensi roboh sebaiknya ditebang untuk mencegah kerugian maupun korban jiwa,” ujar Indra, Sabtu (24/1/2026).
Selain di kawasan permukiman, BPBD juga menaruh perhatian pada keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang ruas jalan. Menurut Indra, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan dan penanganan guna meminimalkan risiko gangguan lalu lintas maupun keselamatan pengguna jalan.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut memantau kondisi di lapangan. Pemangkasan dilakukan seperlunya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi, agar tidak menimbulkan dampak lanjutan seperti kemacetan atau terganggunya aktivitas masyarakat,” katanya.
Indra juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Warga diimbau lebih berhati-hati dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti wisata.
Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang di wilayah Kuningan dan sekitarnya.
BMKG mencatat adanya Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta Teluk Carpentaria. Fenomena ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi berskala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan, hingga Papua Selatan.
Dalam sepekan ke depan, aktivitas Monsun Asia juga diprakirakan meningkat dan disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang menguat. Kondisi tersebut menyebabkan massa udara lembap lebih cepat melintasi ekuator menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, khususnya di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Berdasarkan pembaruan prospek cuaca per 22 Januari 2026 untuk periode hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia secara umum didominasi hujan ringan hingga lebat. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.***Ading Permana




























