DAHANA Kantongi Sertifikat Bom BNT-250, Langkah Pasti Menuju Kemandirian Pertahanan
Teknologi    Sabtu 21 Februari 2026    19:14:46 WIBSUBANG - Industri pertahanan nasional kembali mencatatkan tonggak penting. PT Dahana resmi menerima Design Approval Type Certificate (TC) untuk Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan), Jumat (20/2/2026).
Penyerahan sertifikat yang berlangsung di kantor Puslaik Kemhan itu dihadiri jajaran pimpinan perusahaan dan pejabat kementerian, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para perwira kelaikan udara.
Type Certificate Bomb BNT-250 menjadi penanda bahwa produk bom yang dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari tersebut telah melewati seluruh tahapan verifikasi, baik administrasi maupun uji lapangan. Prosesnya mencakup evaluasi desain, analisis teknis, hingga witnessing pada uji operasional.
Hasilnya, BNT-250 dinyatakan lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh pengguna akhir, khususnya TNI Angkatan Udara.
Tak hanya itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility. Sertifikat ini memastikan fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan Puslaik Kemhan. Sertifikasi mencakup lini produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi BNT-250, yang diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan inspeksi lapangan, meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, sistem keselamatan, hingga dukungan operasional lainnya.
Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti kesiapan industri pertahanan dalam negeri.
“Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. Kami siap mendukung produksi massal untuk memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ujarnya.
Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala tahunan oleh Puslaik Kemhan guna memastikan standar kualitas dan keselamatan tetap terjaga.
Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa industri pertahanan nasional terus bergerak maju. Di tengah tantangan global dan kebutuhan modernisasi alutsista, keberhasilan sertifikasi BNT-250 memperlihatkan bahwa kemandirian bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan langkah nyata yang sedang ditempuh bangsa.***Red Ahas




























