Padaringan Hadir di Haurkuning, Warga Sambut Pangan Murah dengan Senyum Ramadan
Pemerintahan    Selasa 24 Februari 2026    23:41:22 WIBKUNINGAN – Pagi itu, halaman Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, dipenuhi wajah-wajah sumringah. Warga berdatangan sejak awal untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Padaringan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (24/2/2026). Di tengah naiknya harga bahan pokok jelang dan selama Ramadan, program ini menjadi angin segar bagi masyarakat.
Kepala Desa Haurkuning, Sartono, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Desanya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan GPM hari kedua selama Ramadan tahun ini.
“Ini momen yang sangat tepat di bulan suci Ramadan. Atas nama warga Desa Haurkuning, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati,” ujarnya.
Menurut Sartono, program pangan murah menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Isu ketahanan pangan, kata dia, kini menjadi perhatian serius pemerintah dari pusat hingga daerah. Di tingkat desa, Haurkuning pun berupaya memperkuat kemandirian pangan, antara lain melalui budidaya 40 ekor kambing serta pemanfaatan bantuan pupuk dan bibit kelapa hibrida dari dinas terkait.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan, tahun ini pihaknya ditargetkan menggelar 25 kali GPM. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, jumlah itu diharapkan bertambah menjadi minimal 32 kali agar seluruh kecamatan mendapat giliran.
“Selama Ramadan kami rancang 16 kali pelaksanaan, ditambah satu kegiatan di Pendopo atau Mushola Ar-Rahmat pada 12 Maret mendatang,” jelasnya.
Dalam kegiatan di Haurkuning, Diskatan menyediakan 2 ton beras yang dijual Rp60 ribu per 5 kilogram lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp75 ribu. Daging sapi yang di pasaran mencapai Rp145 ribu per kilogram, di GPM dijual Rp120 ribu.
“Kalau ada yang lebih mahal dari harga pasar, tidak usah dibeli. Ini ikhtiar Bapak Bupati agar masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat bukan sekadar simbolik. Ramadan dan menjelang Lebaran, kata dia, kerap diwarnai lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Biasanya di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran harga-harga naik. Maka kami lakukan program ini agar harga lebih terjangkau, supaya ibu-ibu bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” ujarnya.
Suasana terasa hangat ketika bupati menyapa warga satu per satu. Ia bahkan secara spontan memberikan bantuan uang belanja kepada sejumlah warga lanjut usia, di antaranya Ibu Cocoh Rukisah, Ibu Kannah (85), dan Ibu Sariah. Senyum haru pun tak terbendung.
GPM atau Padaringan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional, Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PKK, serta pelaku usaha lokal.
Bagi Siti (50), penjual keripik tempe, program ini benar-benar meringankan beban. “Alhamdulillah, harga di sini lebih murah. Saya beli minyak, daging, tepung, dan kecap. Sangat membantu untuk kebutuhan Ramadan,” katanya.
Di tengah dinamika ekonomi yang tak selalu ramah, Padaringan di Haurkuning menjadi pengingat bahwa kehadiran negara lewat kebijakan sederhana namun tepat sasaran bisa menghadirkan rasa tenang. Setidaknya, untuk menyambut buka puasa.***Ading Permana




























