Longsor Cisoka, Pemkab Sumedang Bergerak Cepat Lindungi Warga dari Ancaman Susulan
Pemerintahan    Selasa 24 Februari 2026    22:18:59 WIBSUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat merespons bencana longsor yang terjadi di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Langkah sigap dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mencegah potensi bencana susulan di tengah tingginya curah hujan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, turun langsung meninjau lokasi longsoran. Dari hasil pemantauan, longsor terlihat cukup besar, membentang dari puncak lereng hingga ke area bawah, menunjukkan adanya potensi kerawanan lanjutan jika tidak segera ditangani.
“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap titik-titik rawan,” ujar Tuti, (24/2).
Selain memastikan stabilitas lereng, Pemkab Sumedang juga mengantisipasi risiko banjir bandang. Material longsor dikhawatirkan menyumbat aliran air menuju Sungai Cihonje. Untuk itu, pembersihan dilakukan dengan melibatkan personel TNI, Kodim, BPBD, serta unsur pemerintah desa.
“Dilakukan pembersihan material agar tidak terjadi sumpatan air yang dapat memicu banjir bandang,” tambahnya.
Dalam penanganan ini, Pemkab Sumedang turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk relawan Fly for Humanity yang membantu pemetaan kondisi longsoran menggunakan drone. Teknologi tersebut dinilai membantu mempercepat identifikasi area terdampak dan titik rawan.
Pemantauan di kawasan rawan longsor Cisoka dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Perangkat daerah, aparat kewilayahan, BPBD, TNI-Polri, hingga pemerintah desa dilibatkan untuk mengecek stabilitas tanah, kondisi drainase, serta aliran air di sekitar lokasi. Kesiapsiagaan masyarakat yang bermukim di sekitar lereng juga menjadi perhatian utama.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana. Warga diimbau mengenali tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan tanah, pohon yang mulai miring, hingga perubahan aliran air yang tidak biasa. Apabila menemukan gejala tersebut, masyarakat diminta segera melapor sebagai bagian dari langkah deteksi dini.
Sebagai upaya preventif, pembersihan saluran drainase dan penguatan tebing di sejumlah titik rawan terus dilakukan. Pemerintah berharap langkah-langkah cepat dan kolaboratif ini dapat meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.***Cece Ruhiyat




























