Ruang Bagi Sineas Muda, Kuningan Putar “Layar Lokal, Cerita Kita”
Hiburan    Minggu 08 Maret 2026    19:09:39 WIBKUNINGAN – Semangat sineas muda di Kabupaten Kuningan kembali mendapat ruang apresiasi melalui kegiatan screening film bertajuk “Layar Lokal, Cerita Kita” yang digelar Forum Film Kuningan bekerja sama dengan Goethe Institut. Acara tersebut berlangsung di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan, Kuningan, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan menjadi ajang bertemunya gagasan sekaligus ruang apresiasi bagi para pembuat film lokal yang terus berkarya mengangkat cerita-cerita daerah.
Ketua Forum Film Kuningan Ence Bagus Hartono mengatakan, kegiatan screening film bukan sekadar menonton karya visual, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan pertemuan ide di antara para sineas muda.
“Ini bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga pertemuan gagasan dari para sineas Kuningan. Kami ingin karya-karya film lokal memiliki ruang untuk diputar dan dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, meskipun hingga kini Kuningan belum memiliki bioskop, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para sineas muda untuk terus berkarya. Justru keterbatasan tersebut menjadi pemantik kreativitas dalam menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Rispiaga S.T., M.T., yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi tumbuhnya subsektor perfilman di daerah.
Menurutnya, selama ini sektor ekonomi kreatif di daerah lebih banyak bertumpu pada kriya, fesyen, dan kuliner. Kehadiran komunitas film menjadi potensi baru yang patut dikembangkan.
“Industri film besar biasanya diawali dari festival atau pemutaran film pendek seperti ini. Dari sana kemudian lahir ekosistem yang mempertemukan komunitas, rumah produksi, hingga peluang kemitraan dengan industri yang lebih besar,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyusun peta jalan ekonomi kreatif 2025–2030 yang mencakup pemetaan potensi daerah, penguatan ekosistem komunitas, perlindungan kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan apresiasi kepada Forum Film Kuningan dan para sineas muda yang terus mengangkat kisah lokal melalui karya film.
Menurutnya, film merupakan bahasa zaman yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan serta cara pandang masyarakat terhadap kehidupan.
“Film bukan sekadar rangkaian gambar bergerak, tetapi juga mengandung makna dan pesan yang kuat. Ketika sineas Kuningan mengangkat kisah lokal, sejatinya mereka sedang merawat ingatan kolektif masyarakat tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ungkapnya.
Ia menilai perkembangan perfilman daerah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan Kuningan melalui karya visual.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah merencanakan pembangunan bioskop di kawasan bekas lapangan pacuan kuda sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman di daerah.
“Kami berharap ke depan semakin banyak film yang mengangkat cerita lokal Kuningan dan mampu menembus festival film nasional. Dengan begitu, Kuningan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai rumah bagi karya-karya film lokal yang membanggakan,” tuturnya.
Melalui kegiatan screening film ini diharapkan semangat berkarya para sineas muda Kuningan terus tumbuh, sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan.***Ading Permana




























