Pendamping PKH di Garda Depan, Bupati Dony Dorong Kompetensi dan Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan
Pemerintahan    Jumat 17 April 2026    22:45:11 WIBSUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya peran strategis pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai ujung tombak pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Hal itu disampaikan Dony saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) PKH Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas Setda, (17/4/2026). Kegiatan ini diikuti para koordinator, pendamping PKH, serta pemangku kepentingan terkait.
Menurut Dony, keberadaan SDM PKH menjadi instrumen penting karena para pendamping berinteraksi langsung dengan keluarga penerima manfaat yang berasal dari kelompok masyarakat rentan.
“Tujuan bernegara adalah menyejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Di situlah peran SDM PKH menjadi sangat penting karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat,” ujar Dony.
Ia menekankan, pendamping PKH bukan sekadar pelaksana program, melainkan garda terdepan yang menentukan keberhasilan intervensi sosial pemerintah. Karena itu, setiap langkah yang dilakukan harus memiliki orientasi yang jelas dan terukur.
“Semua harus dimulai dari tujuan. Jika tujuan sudah dipahami, maka setiap aktivitas harus memberi dampak nyata terhadap pencapaiannya,” katanya.
Dony juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan berbasis data. Keberhasilan program, menurutnya, harus dapat diukur secara konkret melalui indikator yang jelas, termasuk dukungan data akurat berbasis by name by address.
Selain itu, ia mendorong para pendamping untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dari sisi pengetahuan maupun inovasi dalam pendekatan pendampingan.
“Peningkatan kapasitas harus diikuti dengan inovasi. Pendamping harus mampu menghadirkan cara-cara baru agar upaya pengentasan kemiskinan lebih efektif,” ujarnya.
Dalam arahannya, Dony menyebut dua kunci utama yang harus dimiliki SDM PKH, yakni kompetensi dan kolaborasi. Kompetensi mencakup pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan integritas, sementara kolaborasi diwujudkan melalui sinergi dengan berbagai perangkat daerah maupun lembaga lainnya.
“Ketika kompetensi dan kolaborasi berjalan seiring, maka program akan lebih kuat dan berdampak luas bagi masyarakat,” kata Dony.***Red Cece Ruhiyat







Ada 1 Komentar untuk Berita Ini