Dari Keringat ke Prestasi, Atlet Kuningan Dapat Apresiasi dan Harapan Baru
Olah Raga    Minggu 19 April 2026    21:29:50 WIBKUNINGAN – Suasana hangat dan penuh kebanggaan terasa di Saung Karuhun 2, Minggu (19/4/2026), saat Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi. Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi pengakuan atas perjalanan panjang yang ditempuh para atlet dalam mengharumkan nama daerah.
Di balik medali dan prestasi, tersimpan kisah disiplin, latihan tanpa henti, serta pengorbanan yang tidak selalu terlihat. Pemerintah daerah mencoba menghadirkan ruang apresiasi itu, sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan olahraga.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk perhatian nyata kepada para atlet, sekaligus upaya membangun semangat olahraga di tengah masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kuningan menyerahkan penghargaan kepada atlet peraih medali POPDA Jawa Barat ke-IV Tahun 2025, lengkap dengan dukungan berupa peralatan olahraga, suplemen, hingga sepatu bagi atlet, klub, dan organisasi olahraga.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar para atlet terus berkembang, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif berolahraga,” ujarnya.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan, prestasi tidak pernah lahir dari proses instan. Ia mengingatkan bahwa setiap capaian merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi yang panjang.
“Prestasi tidak datang tiba-tiba. Semua diraih dengan kerja keras, keringat, dan pengorbanan,” katanya.
Namun di balik optimisme itu, Bupati juga mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah dalam mendukung sektor olahraga secara maksimal. Meski demikian, ia memastikan perhatian terhadap atlet dan cabang olahraga akan terus ditingkatkan secara bertahap.
Ia juga menyoroti fenomena perpindahan atlet ke daerah lain karena minimnya jaminan masa depan. Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian serius, agar atlet berprestasi tetap merasa memiliki tempat di daerahnya sendiri.
Sebagai langkah ke depan, Pemkab Kuningan mendorong kebijakan afirmatif, termasuk membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan perhatian khusus, seperti melalui rekrutmen di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun kebijakan strategis lainnya.
“Saya ingin ada keberpihakan. Atlet yang sudah berprestasi harus kita jaga. Jangan sampai mereka justru berprestasi untuk daerah lain,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Edward T. Panjaitan, menekankan pentingnya membangun budaya olahraga sejak dini. Ia mengingatkan bahwa prestasi lahir dari kebiasaan, bukan semata kompetisi.
“Minimal masyarakat aktif bergerak tiga kali dalam seminggu, masing-masing 60 menit. Dari situ akan lahir bibit atlet berprestasi,” ujarnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga, lanjutnya, siap mendukung melalui program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar), sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Di akhir acara, penghargaan diserahkan secara simbolis kepada atlet, pelatih, dan perwakilan organisasi olahraga. Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap prestasi, ada harapan yang harus terus dijaga agar lahir lebih banyak atlet hebat dari Kuningan di masa depan.***Red Ading Permana




























