21 Tahun Salimah Kuningan, Menguatkan Perempuan dan Merajut Harmoni Keluarga
Daerah    Minggu 19 April 2026    20:57:29 WIBKUNINGAN - Nuansa hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam peringatan Halal Bihalal sekaligus Milad ke-21 Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Kuningan yang digelar di Aula Gedung GOW, Minggu (19/4/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam memberdayakan perempuan dan memperkuat ketahanan keluarga.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Halal Bihalal memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi tahunan. Ia menyebutnya sebagai ruang spiritual untuk menyatukan kembali hati yang mungkin sempat terpisah oleh perbedaan.
“Halal Bihalal adalah ruang suci untuk membersihkan hati, menghapus sekat perbedaan, dan merajut kembali kebersamaan dalam bingkai keimanan,” ujar Tuti dalam sambutannya.
Memasuki usia ke-21, menurutnya, Salimah telah menunjukkan kematangan sebagai organisasi yang konsisten berkontribusi, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan institusi keluarga. Ia menilai, keluarga yang harmonis tidak hanya dibangun dari aspek materi, tetapi juga keseimbangan antara iman, ilmu, dan kasih sayang.
“Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Di sinilah peran perempuan, khususnya para ibu, menjadi sangat strategis dalam membentuk peradaban,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Tuti, memberikan apresiasi atas kiprah Salimah yang selama ini dinilai mampu menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius dan berbudaya. Ia berharap, ke depan Salimah semakin solid dan inovatif dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap Salimah terus menjadi mitra strategis pemerintah. Mari kita perkuat sinergi untuk mewujudkan Kuningan yang harmonis dan cinta damai,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan. Ia menilai Salimah memiliki peran nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat melalui program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang tangguh,” ujarnya.
Ia pun mendorong Salimah untuk terus memperkuat program-program pemberdayaan perempuan serta menjadi pelopor dalam menciptakan keluarga harmonis di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Peringatan Milad ke-21 ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di tengah kebersamaan yang terjalin, tersimpan harapan besar agar Salimah terus hadir sebagai penggerak kebaikan mengokohkan keluarga, memperkuat perempuan, dan menebar harmoni di tengah masyarakat.***Red Ading Permana




























