Jumat Muhadhoroh, Cara SMK Tri Mitra Menanamkan Akhlak di Tengah Arus Zaman
Pendidikan    Sabtu 25 April 2026    10:15:18 WIBKotabaru, Karawang - Suasana apel pagi di SMK Tri Mitra, Kotabaru, Karawang, tampak berbeda pada Jumat (24/04/2026). Tidak sekadar rutinitas seremonial, kegiatan kali ini diisi dengan tema Jumat Muhadhoroh, sebuah program pembinaan spiritual yang telah menjadi agenda rutin setiap pekan di sekolah tersebut.
Muhadhoroh merupakan kegiatan kokurikuler yang dirancang untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan siswa, sekaligus membiasakan mereka membaca Al-Qur’an serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dilibatkan aktif sebagai pengisi acara, mulai dari pembacaan ayat suci, tausiyah, hingga latihan berbicara di depan umum dengan nuansa religius.

Kepala SMK Tri Mitra, Iwan Sumitra, ST., S.Kom., MM., menegaskan bahwa kegiatan Muhadhoroh bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi pendidikan karakter yang terintegrasi.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan moral generasi muda, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Muhadhoroh ini menjadi ruang pembiasaan yang sangat penting, di mana siswa dilatih untuk dekat dengan Al-Qur’an, memahami nilai-nilai keislaman, serta mengamalkannya dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan jiwa rabbani menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul. Menurutnya, keunggulan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak.
“Kami ingin lulusan SMK Tri Mitra tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan berintegritas. Akhlakul karimah adalah nilai utama yang harus melekat dalam diri setiap siswa. Dengan pembiasaan seperti Muhadhoroh, kami optimistis nilai-nilai tersebut akan tertanam kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rendi Kurniawan, S.Pd., menyoroti aspek pembentukan mental dan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan ini.
“Muhadhoroh bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang pembelajaran soft skill. Siswa dilatih untuk berani tampil, menyampaikan pesan-pesan kebaikan, serta belajar menjadi komunikator yang baik. Ini sangat penting untuk membentuk karakter kepemimpinan sejak dini,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa kegiatan ini mampu menjadi sarana penyeimbang antara kecerdasan intelektual dan emosional siswa.
“Di sekolah kejuruan, fokus kita memang pada keterampilan. Namun tanpa diimbangi dengan nilai spiritual, akan ada kekosongan dalam pembentukan karakter. Muhadhoroh hadir untuk mengisi ruang itu, agar siswa tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan sikap yang santun,” katanya.
Lebih jauh, Rendi berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi budaya sekolah yang mengakar kuat.
“Kami ingin Muhadhoroh ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi kebutuhan bagi siswa. Ketika mereka merasa dekat dengan nilai-nilai agama, maka secara otomatis perilaku positif akan tumbuh dalam diri mereka,” tuturnya.
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap Jumat, Muhadhoroh di SMK Tri Mitra menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter berbasis spiritual masih memiliki tempat penting di dunia pendidikan. Di tengah dinamika zaman, sekolah ini berupaya menjaga keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, dan akhlak, demi melahirkan generasi yang tidak hanya unggul, tetapi juga bermartabat.***Red-Man
























