Belajar dari Baduy: Bupati Lebak Serukan Harmoni Alam di Tengah Modernisasi
Daerah    Sabtu 25 April 2026    14:08:46 WIBLebak - Sebanyak 1.552 masyarakat adat Baduy mengikuti ritual Marwah Seba yang berlangsung khidmat sebagai bagian dari rangkaian Seba Baduy 2026. Tradisi tahunan ini kembali menjadi ruang pertemuan simbolik antara warga adat dengan pemerintah daerah, ditandai dengan penyerahan hasil bumi kepada “Bapa Gede”, yakni Bupati Lebak.
Dalam sambutannya, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat Baduy. Ia menegaskan, eksistensi komunitas adat tersebut merupakan kebanggaan tersendiri yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, Seba Baduy bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarat makna dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. “Seba menjadi simbol silaturahmi yang kuat antara Bapak Gede dan warganya,” ujarnya. (24/04)
Lebih jauh, Bupati mengajak masyarakat luas untuk meneladani pola hidup warga Baduy yang dinilai konsisten dalam menjaga keseimbangan alam. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Baduy tetap memegang teguh prinsip hidup sederhana dan selaras dengan lingkungan.
“Kita harus banyak belajar dari warga Baduy, khususnya dalam pelestarian alam. Kebudayaan yang kita miliki harus terus dipertahankan,” katanya.
Selain menyoroti nilai-nilai kearifan lokal, Bupati juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur guna menunjang aktivitas dan kesejahteraan warga.
Ritual Seba Baduy sendiri diharapkan tak hanya menjadi daya tarik wisata budaya, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara pelestarian adat dan pembangunan daerah berkelanjutan. Terlebih, kegiatan ini ditargetkan dapat masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN), yang menjadi etalase event unggulan pariwisata nasional.***Red-Elsa Fitria
























