Menjaga Warisan, Menempa Prestasi: Jawara Cup III Jadi Panggung Harapan Atlet Silat Kuningan
Pemerintahan    Jumat 24 April 2026    22:33:35 WIBKUNINGAN - Semangat pelestarian budaya berpadu dengan tekad mencetak prestasi terasa kental di Aula Graha Sajati BKPSDM Kuningan, Jumat (24/4/2026). Kejuaraan Pencak Silat Jawara Cup III Piala Bergilir Bupati Kuningan resmi dibuka, menjadi ruang bertemunya tradisi, pembinaan, dan harapan bagi generasi muda.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, membuka langsung kejuaraan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan warisan budaya yang sarat nilai kehidupan. Di dalamnya terkandung keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan, serta ajaran pengendalian diri dan penghormatan terhadap sesama.
Apresiasi pun disampaikan kepada Paguyuban Baroedak Silat Sekolah (PBSS) yang dinilai konsisten menjaga denyut pembinaan melalui kejuaraan rutin. Keberlanjutan ajang ini dianggap sebagai bukti nyata komitmen dalam melahirkan atlet sekaligus merawat identitas budaya daerah.
Di balik kebanggaan itu, Bupati juga mengingatkan adanya tantangan serius. Ia menyoroti potensi atlet silat Kuningan yang kerap justru berkembang di luar daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm penting bagi semua pihak agar pembinaan dilakukan secara lebih serius dan berkelanjutan.
“Pembinaan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga kepedulian dan rasa memiliki. Jangan sampai potensi daerah justru tumbuh di tempat lain,” ujarnya menegaskan.
Lebih jauh, ia mengajak para atlet muda untuk menjadikan pencak silat sebagai jalan masa depan. Disiplin dan kerja keras disebutnya sebagai fondasi utama menuju prestasi, bukan sekadar ambisi sesaat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan, menilai kejuaraan ini sebagai ruang strategis untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pencak silat memiliki keunggulan karena memadukan kekuatan fisik, kecerdasan berpikir, dan kedalaman rasa.
“Silat membentuk manusia yang utuh—kuat secara fisik, matang secara mental, dan stabil secara emosional,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Panitia sekaligus Guru Besar PBSS Kuningan, Iyan Irwandi, menjelaskan bahwa Jawara Cup kini memasuki tahun ketiga sebagai agenda rutin tahunan. Sebelumnya dikenal sebagai Junior Cup, ajang ini telah menjadi wadah penting dalam menjaring bibit atlet sejak usia dini.
Ia menegaskan, kompetisi menjadi medium penting agar potensi generasi muda tidak berjalan tanpa arah. Melalui pertandingan yang sportif, kemampuan atlet dapat terukur sekaligus terasah.
Piala bergilir Bupati Kuningan pun menjadi magnet tersendiri. Tahun lalu, MI PUI Kramatmulya keluar sebagai juara umum. Namun tahun ini, persaingan diprediksi semakin ketat, terutama di tingkat SMP, seiring meningkatnya kualitas peserta.
Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, Jawara Cup III diharapkan tak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas dan mempererat kebersamaan.
Di atas matras, para pesilat muda tak sekadar bertanding. Mereka tengah menapaki jejak panjang tradisi, sekaligus menulis masa depan bagi diri mereka sendiri, dan bagi Kuningan.***Red-Ading Permana
























