Masjid Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan, Bupati Kuningan: Harus Relevan di Era Digital
Pemerintahan    Sabtu 25 April 2026    22:14:47 WIBKUNINGAN - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya sebatas tempat ibadah. Hal itu disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Kemasjidan dan Rapat Kerja (Raker) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan di Villa Barokah Cisantana, Sabtu (25/4/2026).
Mengusung tema “Masjid Berdaya Umat Sejahtera”, kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, alim ulama, serta pengurus DMI dari berbagai wilayah di Kuningan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa masjid harus mampu menghadirkan kenyamanan sekaligus ketenangan bagi jamaah. Lebih dari itu, menurutnya, masjid perlu mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Masjid harus menjadi ruang yang hidup—bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan umat,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus masjid untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi, kata dia, menjadi kunci agar pengelolaan masjid tetap relevan, terutama dalam menjangkau generasi muda.
Pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS untuk infak dinilai sebagai salah satu inovasi yang dapat mempermudah partisipasi masyarakat.
“Sekarang eranya digital. Pengurus masjid harus melek teknologi agar dakwah lebih mudah diterima dan dekat dengan generasi sekarang,” katanya.
Selain itu, Bupati mengingatkan agar program kerja yang disusun dalam Raker DMI tidak bersifat normatif, melainkan realistis dan berdampak langsung.
“Tidak perlu banyak program, yang penting bisa dilaksanakan dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Kuningan, Ugin Lugina, menyampaikan bahwa silaturahmi kemasjidan merupakan agenda rutin tahunan yang telah menjangkau hingga tingkat kecamatan.
Menurutnya, berbagai program terus dikembangkan untuk memperkuat fungsi masjid, baik dalam aspek ibadah maupun sosial kemasyarakatan.
“Masjid tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial umat,” ujarnya.
Ia menyebutkan sejumlah inisiatif yang telah berjalan, seperti pembentukan Forum Mubalighoh, Ikatan Khatib, serta program Masjid Ramah Anak yang terintegrasi dengan program Kabupaten Kuningan Layak Anak.
Selain itu, gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Salat Subuh Berjamaah juga terus digalakkan sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid.
Melalui forum ini, DMI Kabupaten Kuningan diharapkan mampu merumuskan langkah strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sekaligus pemberdayaan masyarakat sejalan dengan cita-cita mewujudkan kesejahteraan umat.***Red-Ading Permana




























