Hangatnya Silaturahmi Aceh–Sumedang, Merawat Jejak Sejarah dan Rasa Persaudaraan
Pemerintahan    Minggu 26 April 2026    20:55:11 WIBSUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri Silaturahmi Akbar, Halal Bihalal, dan Milad ke-75 Keluarga Masyarakat Aceh Bandung yang digelar di Gedung Negara, Minggu (26/4/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri masyarakat Aceh dari berbagai wilayah, khususnya di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Dony menekankan bahwa halal bihalal tersebut bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang yang sarat makna emosional dan historis. “Ini bukan hanya pertemuan biasa, tetapi pertemuan rasa, pertemuan hati, dan pertemuan sejarah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kedekatan antara Aceh dan Sumedang tak bisa dilepaskan dari jejak perjuangan dan nilai keikhlasan yang diwariskan para pendahulu. Salah satu simbol kuat dari ikatan tersebut adalah keberadaan makam pahlawan nasional Cut Nyak Dien di Sumedang.
“Di Sumedang bersemayam sosok perempuan tangguh yang menjadi inspirasi bangsa. Cut Nyak Dien adalah simbol keberanian dan keteguhan yang harus terus kita teladani,” katanya.
Menurut Dony, keberadaan makam Cut Nyak Dien telah menjadi jembatan batin yang menghubungkan masyarakat Aceh dengan warga Sumedang. Ia pun menegaskan bahwa masyarakat Aceh yang tinggal di daerahnya merupakan bagian dari keluarga besar Sumedang.
“Warga Aceh di Sumedang bukan orang asing. Ini adalah tanah kedua bagi saudara-saudara kita. Kami ingin terus menyambut masyarakat Aceh sebagaimana dahulu Sumedang menerima Cut Nyak Dien dengan penuh penghormatan,” tuturnya.
Lebih jauh, Dony mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah, baik dalam bidang ekonomi, budaya, maupun pengembangan pengetahuan. Ia juga mengingatkan bahwa makam Cut Nyak Dien bukan sekadar situs sejarah, melainkan amanah moral yang harus dijaga.
“Ini bukan hanya jejak sejarah, tetapi juga tanggung jawab moral untuk meneladani nilai-nilai perjuangan beliau,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tiga nilai utama dari sosok Cut Nyak Dien yang relevan hingga kini, yakni keberanian menghadapi tantangan, keteguhan dalam menjaga nilai agama, serta keikhlasan dalam pengabdian.
“Keberanian, keteguhan, dan keikhlasan adalah warisan berharga yang harus kita lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan kepada beliau,” pungkasnya.***Red-Cece Ruhiyat




























