Di Tengah Duka Bekasi Timur, Bus Shuttle Jadi Harapan Perjalanan Warga
Peristiwa    Selasa 28 April 2026    16:11:42 WIBBekasi - Di tengah suasana duka dan kekacauan mobilitas akibat tabrakan kereta di Bekasi Timur, secercah solusi mulai dihadirkan. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bergerak cepat menyediakan layanan bus shuttle untuk membantu ribuan penumpang yang tertahan sejak Senin malam.
Sejak Selasa (28/4/2026) pagi, armada bus mulai beroperasi mengangkut warga dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi. Layanan ini menjadi penopang sementara di saat perjalanan KRL lintas Cikarang–Bekasi lumpuh total akibat proses evakuasi yang masih berlangsung.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa layanan ini diberikan dengan tarif normal, tanpa tambahan biaya di tengah kondisi darurat. “Kami berupaya memastikan masyarakat tetap bisa melanjutkan aktivitasnya, meski dalam situasi sulit seperti ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Empat unit bus dikerahkan pada tahap awal. Meski jumlahnya terbatas, kehadiran shuttle ini cukup membantu mengurai kepadatan penumpang yang sempat menumpuk di area stasiun. Petugas juga tampak berjaga untuk mengatur alur naik turun penumpang agar tetap tertib.
Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 itu melibatkan KRL Commuter Line relasi Cikarang–Bekasi dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi. Proses evakuasi yang berlangsung lebih dari delapan jam membuat jalur belum sepenuhnya dapat dilalui hingga Selasa pagi.
Bagi para komuter, kondisi ini bukan hanya soal keterlambatan, tetapi juga ketidakpastian. Di tengah situasi tersebut, kehadiran shuttle menjadi alternatif penting, sekaligus bentuk respons cepat layanan publik dalam menghadapi keadaan darurat.
Transjakarta mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi mereka. Penyesuaian rute maupun penambahan armada masih sangat mungkin dilakukan, mengikuti perkembangan penanganan di lokasi kejadian.
Di balik hiruk-pikuk penanganan teknis, satu hal yang terasa nyata pagi ini: solidaritas dan upaya bersama untuk memastikan roda kehidupan tetap berjalan, meski perlahan.***Red-Sam
























