Dari Keterbatasan ke Kemandirian, Perempuan Disabilitas Karawang Diberi Ruang Berkarya Lewat Batik
Daerah    Rabu 29 April 2026    20:01:51 WIBKARAWANG – Semangat kemandirian terpancar dari 40 perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Karawang yang mengikuti pelatihan membatik dalam rangka peringatan Hari Kartini. Kegiatan yang digelar selama dua hari, 28–29 April 2026 ini merupakan kolaborasi antara Kreasi Tuli Indonesia Foundation dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).
Pelatihan ini tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis keterampilan yang inklusif. Para peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, mulai dari tunarungu, tunawicara, tunadaksa, hingga penyandang cerebral palsy.
Founder KTI Foundation, Inaraya, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebut, sejumlah peserta binaan sebelumnya telah berhasil mandiri secara ekonomi melalui produksi batik maupun keterampilan lain seperti menjahit.
“Kami ingin memberikan ‘pancing’, bukan sekadar ‘ikan’. Harapannya, teman-teman disabilitas memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.
KTI Foundation sendiri selama ini aktif mengembangkan berbagai program pelatihan, mulai dari batik, menjahit, kuliner, kopi, hingga kriya. Seluruhnya diarahkan untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial yang inklusif.
“Ini bukan hanya pelatihan, tetapi upaya membuka kesempatan yang setara bagi perempuan penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi secara produktif. Dengan dukungan yang tepat, potensi mereka dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri pada 2005 di bawah Kementerian Keuangan. Perusahaan ini berperan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) yang mendukung pembiayaan perumahan melalui penyediaan likuiditas bagi lembaga keuangan.
Melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, SMF turut mendorong akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Selain itu, SMF juga berperan sebagai Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan yang memberikan masukan dalam perumusan kebijakan sektor tersebut.
Pelatihan membatik ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan inklusif bukan sekadar wacana. Di tangan para perempuan tangguh ini, kain batik bukan hanya karya seni, tetapi juga jalan menuju kemandirian hidup.***Red-Emn
























