Tongkat Estafet Pengabdian, Harapan Baru di Lapas Karawang
Pemerintahan    Rabu 29 April 2026    19:42:15 WIBKARAWANG – Pergantian kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh harapan, Rabu (29/4/2026). Ma’ruf Prasetyo Hadianto resmi mengemban amanah sebagai Kepala Lapas yang baru, menggantikan Christo Victor Nixon Toar yang kini mendapat penugasan berikutnya.
Seremoni pisah sambut itu dihadiri jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, unsur Forkopimda Karawang, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat dan insan pers. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi penanda kuatnya dukungan lintas sektor terhadap keberlanjutan kinerja pemasyarakatan di Karawang.
Dalam sambutannya, Ma’ruf memperkenalkan diri bersama sang istri, Nenda Ifa Fadilah, serta keluarganya. Ia datang dengan rekam jejak pengalaman yang beragam, mulai dari memimpin Lapas Kelas IIB Purwakarta, Lapas Kelas IIB Pasuruan, hingga Rumah Tahanan Negara Palangkaraya.
Dengan nada rendah hati, ia memohon dukungan seluruh pihak agar dapat menjalankan tugas dengan baik. “Kami mohon izin dan dukungan untuk bersama-sama memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Bagi Ma’ruf, sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun pendahulunya, sembari mendorong peningkatan kinerja ke arah yang lebih baik.
Tak lupa, apresiasi disampaikan kepada Christo Victor Nixon Toar atas dedikasi selama memimpin Lapas Karawang. Ia menilai capaian yang ada saat ini merupakan hasil kerja keras yang patut dilanjutkan dan dikembangkan.
“Terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Kami akan berupaya melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah diraih,” katanya.
Momentum pergantian ini juga menjadi titik awal penguatan kolaborasi. Ma’ruf berharap dukungan dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat dan media dapat terus terjalin demi mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang profesional dan humanis.
Acara ditutup dengan pemberian cendera mata, ucapan selamat, serta doa bersama—sebuah simbol perpisahan yang hangat sekaligus harapan bagi masa depan.
Di bawah kepemimpinan baru, Lapas Kelas IIA Karawang diharapkan tidak hanya mampu menjaga capaian yang ada, tetapi juga menghadirkan layanan yang semakin inklusif, aman, dan berorientasi pada kemanusiaan.***Red-Emn-Yan
























