Warga Pesisir Karawang Mulai Punya Harapan Baru, Rumah Relokasi Abrasi Terus Dibangun
Pemerintahan    Kamis 07 Mei 2026    14:30:27 WIBKarawang - Harapan baru mulai tumbuh di tengah warga pesisir utara Karawang yang selama bertahun-tahun hidup dalam ancaman abrasi dan banjir rob. Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak di wilayah pantai utara.
Komitmen itu disampaikan Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat menghadiri serah terima kunci rumah relokasi bagi warga terdampak abrasi dan rob di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).
Di hadapan warga, Aep memastikan pembangunan kawasan relokasi tidak hanya berfokus pada rumah tinggal, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung agar masyarakat dapat menjalani kehidupan baru dengan lebih nyaman.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini kita anggarkan. Mudah-mudahan semuanya selesai, termasuk pendopo. Kenapa harus ada pendopo? Jadi kalau ada kegiatan masyarakat bisa lebih mudah,” ujar Aep.
Selain pendopo, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan masjid dan sarana pendidikan di kawasan relokasi tersebut.
Aep turut menyinggung rencana besar pemerintah pusat melalui proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek itu diharapkan mampu mengurangi ancaman abrasi dan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa, termasuk Karawang.
“Nanti insyaallah tidak ada lagi abrasi dan mungkin banjir rob. Ini yang diinginkan Pak Presiden dan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional yang diprioritaskan,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala DPRKP Karawang Asep Hazar melalui Kepala Bidang Perumahan Aup Aulia Setia Harja menjelaskan, pada tahun ini Pemkab Karawang menyerahkan 21 unit rumah kepada warga terdampak abrasi dan rob di Desa Cemarajaya.
Menurut Aup, program relokasi terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan masyarakat pesisir mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.
“Pada tahun 2024 kami telah membangun 299 unit rumah, tahun 2025 sebanyak 21 unit, dan tahun ini dilanjutkan 14 unit. Untuk penyelesaian akhir direncanakan sebanyak 38 unit pada tahun 2027,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas penunjang di kawasan relokasi juga terus dikebut, termasuk rumah ibadah yang saat ini tengah dalam tahap penyelesaian.
“Bismillah, pembangunan masjid untuk sarana ibadah segera selesai dan fasilitas lainnya akan segera dibangun. Bertahap namun pasti demi hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat terdampak abrasi dan rob,” pungkasnya.***Red-Emn




























