Sekolah Maung Jadi Andalan Baru Jabar untuk Siswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu
Pendidikan    Kamis 21 Mei 2026    12:30:14 WIBBANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menjalankan program Sekolah Maung sebagai langkah menghadirkan pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari transformasi sekolah unggulan negeri agar kembali menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal.
Dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung akan memprioritaskan jalur prestasi sebagai mekanisme utama penerimaan siswa baru.
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Maung tidak lagi menerapkan jalur domisili. Pendaftaran program ini juga dibuka lebih awal, yakni pada 25 hingga 29 Mei 2026.
Menurut Purwanto, selama ini masih banyak siswa berprestasi yang terkendala kondisi ekonomi untuk memperoleh akses pendidikan terbaik. Karena itu, pemerintah ingin memastikan sekolah negeri unggulan tetap dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Bayangkan kalau mereka yang kemampuan ekonominya rendah tetapi berprestasi, mereka harus dilayani dengan baik oleh pemerintah. Ini bentuk inklusivitas kita dalam melayani anak-anak berprestasi yang membutuhkan perhatian,” kata Purwanto.
Ia menjelaskan, penetapan sekolah yang masuk program Sekolah Maung dilakukan berdasarkan usulan cabang dinas pendidikan serta hasil verifikasi tim di masing-masing kabupaten dan kota.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk terhadap 41 sekolah tahap awal yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Maung.
Sementara itu, untuk sekolah reguler, jalur prestasi tetap dibuka. Namun pada SPMB 2026, proses seleksi tidak lagi menggunakan tes tambahan dan hanya mengacu pada nilai rapor serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah divalidasi pemerintah pusat.***Red-Ayi. H




























