Habbina
Kekeringan Mengintai, Petani Karawang Khawatir Gagal Panen
0 Komentar 82 pembaca

Kekeringan Mengintai, Petani Karawang Khawatir Gagal Panen

Peristiwa

KARAWANG - Ancaman kekeringan mulai menghantui para petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di tengah statusnya sebagai salah satu lumbung padi nasional, minimnya pasokan air irigasi membuat petani cemas produktivitas gabah kembali merosot seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Kondisi tersebut mulai dirasakan petani di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta. Distribusi air yang tidak merata memicu persoalan baru di area persawahan karena sebagian petani memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pasokan air untuk pertumbuhan tanaman padi.

Ketua Gapoktan Mekarjaya Desa Kampungsawah, Arip Munawir mengatakan, saat ini terdapat lahan yang sudah siap dipanen, namun di sisi lain ada tanaman padi yang baru memasuki usia 40 hari setelah tanam (HST) dan masih sangat membutuhkan pengairan.

“Di Kampungsawah sekarang ada yang sudah panen, ada juga yang usia tanamnya masih 40 hari setelah tanam. Yang 40 HST ini masih butuh air, sementara yang panen maunya lahan kering. Jadi distribusi air sekarang mulai terganggu,” ujar Arip, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, ancaman kekeringan tahun ini berpotensi memicu ketidakserempakan musim tanam akibat adanya pergiliran distribusi air antara wilayah hulu dan hilir saluran irigasi. Situasi itu dinilai menjadi persoalan serius bagi petani karena dapat meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.

“Kalau tanamnya tidak serempak, ancaman hama dan penyakit tinggi. Kami pernah mengalami penurunan produktivitas sampai 37,3 persen pada tahun 2022 sampai 2023,” katanya.

Arip menjelaskan, Gapoktan Mekarjaya membawahi 14 kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 753,6 hektare. Namun, kondisi saluran irigasi tersier sepanjang 21,2 kilometer di wilayah tersebut kini mengalami pendangkalan cukup parah.

Akibatnya, distribusi air ke area persawahan di bagian hilir sering tidak maksimal. Petani pun terpaksa bergantian memanfaatkan aliran air yang debitnya terus menurun seiring memasuki musim kemarau.

Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran irigasi agar distribusi air kembali lancar dan musim tanam petani dapat berjalan serempak.

Bagi petani Karawang, air bukan sekadar kebutuhan sawah. Setetes air menjadi penentu keberlangsungan panen, penghasilan keluarga, hingga ketahanan pangan daerah yang selama ini bergantung pada hamparan padi di wilayah tersebut.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top