Habbina
Karawang Pelopori Pesantren dan Madrasah Ramah Anak di Jabar, Ciptakan Ruang Belajar yang Aman bagi Santri
0 Komentar 50 pembaca

Karawang Pelopori Pesantren dan Madrasah Ramah Anak di Jabar, Ciptakan Ruang Belajar yang Aman bagi Santri

Pendidikan

Karawang – Kabupaten Karawang menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang mendeklarasikan Program Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Langkah ini menandai komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan keagamaan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Deklarasi bertema "Pesantren dan Madrasah Aman, Santri dan Murid Nyaman Terlindungi, Indonesia Maju" digelar di Kampus STAI Hamalatul Quran Karawang, Selasa (4/8). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan pondok pesantren, kepala madrasah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Sopian, menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memastikan setiap anak memperoleh perlindungan selama menempuh pendidikan di pesantren maupun madrasah.
"Ini bukan sekadar deklarasi di atas kertas, tetapi komitmen bersama agar pesantren dan madrasah menjadi tempat yang nyaman, aman, serta memberikan perlindungan terbaik bagi santri dan peserta didik," ujar Sopian.
Ia menjelaskan, deklarasi ini merupakan tindak lanjut Program Pesantren dan Madrasah Ramah Anak yang telah dicanangkan Kementerian Agama RI. Karawang menjadi kabupaten pertama di Jawa Barat yang mengimplementasikan program tersebut.
Menurut Sopian, seluruh lembaga pendidikan keagamaan diharapkan mampu membangun budaya yang menolak segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), diskriminasi, maupun tindakan yang merendahkan martabat anak. Selain itu, pola pengasuhan dan pembelajaran berbasis kasih sayang harus menjadi bagian dari kehidupan di lingkungan pendidikan.
"Perlindungan anak bukan hanya tugas satu lembaga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, orang tua, hingga masyarakat sangat diperlukan agar anak-anak mendapatkan perlindungan yang optimal," katanya.
Sopian juga mengungkapkan besarnya potensi pendidikan keagamaan di Karawang. Saat ini terdapat sekitar 630 pondok pesantren yang terdaftar, lebih dari 600 madrasah formal, sekitar 1.300 Madrasah Diniyah Takmiliyah (DTA), serta lebih dari 1.000 Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
"Potensi besar ini harus dijaga bersama agar mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang ramah anak," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menilai pesantren dan madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat karakter, akhlak, dan keimanannya.
Ia menegaskan, setiap lembaga pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi anak, bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat mereka.
"Pesantren dan madrasah harus membangun budaya yang menghormati hak-hak anak, memperkuat komunikasi antara guru, santri, orang tua, dan masyarakat, serta memiliki mekanisme pencegahan maupun penanganan apabila terjadi persoalan terkait perlindungan anak," kata Maslani.
Pemerintah Kabupaten Karawang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program yang memperkuat kualitas pendidikan sekaligus perlindungan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, religius, sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Dengan deklarasi tersebut, Karawang diharapkan menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan pendidikan keagamaan yang inklusif, aman, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak di Jawa Barat.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top