Habbina
Panen Melon Premium di Tenjoayu, Wabup Andreas Dorong Kerja Sama Antar Desa untuk Bangun Ekonomi Pertanian
0 Komentar 176 pembaca

Panen Melon Premium di Tenjoayu, Wabup Andreas Dorong Kerja Sama Antar Desa untuk Bangun Ekonomi Pertanian

Ekonomi

SUKABUMI – Keterbatasan lahan bukan alasan bagi sebuah desa untuk berhenti berinovasi. Melalui kreativitas, pengelolaan profesional, dan keberanian membaca peluang, potensi lokal justru dapat berkembang menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut tercermin dari keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tenjoayu Sukses Mandiri dalam mengembangkan budidaya melon premium berbasis greenhouse. Usaha pertanian modern yang dikembangkan di Kampung Tenjoayu, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, saat menghadiri kegiatan panen melon di Tenjoayu Sukses Mandiri Farm, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Wabup Andreas menilai langkah BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri menjadi contoh nyata bahwa desa mampu mengembangkan usaha produktif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, sekalipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan luas lahan.
Menurutnya, keberhasilan membangun usaha pertanian tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga membutuhkan manajemen yang baik, perencanaan bisnis matang, serta kemampuan mengembangkan inovasi.
Ia pun mendorong agar budidaya melon premium tersebut tidak hanya berkembang di Desa Tenjoayu, tetapi dapat diperluas melalui pola kerja sama antardesa.
Melalui kolaborasi tersebut, desa yang memiliki lahan lebih luas dapat menjalin kemitraan dengan Tenjoayu dalam pengembangan budidaya melon. Sementara Tenjoayu dapat berkontribusi melalui transfer pengetahuan, tenaga ahli, pengalaman pengelolaan, hingga penerapan teknologi pertanian modern.
"Ini bisa menjadi ikon. Ke depan, bukan tidak mungkin Cicurug dikenal dengan melon. Potensinya juga bisa dikembangkan untuk mendukung agrowisata dan menggerakkan ekonomi lokal," ujar Andreas.
Ia berharap keberhasilan BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri dapat menjadi inspirasi sekaligus percontohan bagi desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Cicurug, dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi berbasis keunggulan wilayah.
Lebih jauh, Wabup Andreas melihat budidaya melon premium memiliki peluang untuk tumbuh menjadi industri pertanian yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Bahkan, jika dikelola secara berkelanjutan, sektor ini berpotensi memperkuat identitas Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang memiliki kekayaan potensi pertanian.
"Budidaya melon ini diharapkan tumbuh menjadi industri pertanian sekaligus memperkuat identitas potensi wilayah Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri, Asep Angga Purnama, menjelaskan bahwa pengembangan budidaya melon saat ini dilakukan melalui dua unit greenhouse dengan kapasitas sekitar 600 tanaman pada masing-masing unit.
Adapun varietas melon yang dibudidayakan terdiri dari jenis Lavender asal Vietnam dan Dalmation. Kedua varietas tersebut dikembangkan sebagai komoditas premium yang memiliki peluang pasar cukup menjanjikan.
Berdasarkan hasil evaluasi usaha, pengembangan melon greenhouse menunjukkan perkembangan positif. Pada panen perdana, pendapatan yang berhasil diperoleh mencapai sekitar Rp30 juta.
Sementara pada panen kedua, pengelola menargetkan pendapatan meningkat hingga Rp45 juta. Target tersebut didukung pembenahan sistem pengelolaan serta perbaikan penanganan kendala hama yang sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam proses budidaya.
Dari sisi pemasaran, hasil panen saat ini masih dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat sekitar. Meski demikian, respons konsumen terbilang positif. Seluruh hasil panen bahkan dapat terserap pasar hanya dalam waktu dua hari.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi BUMDes untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran ke depannya.
"Kami menargetkan pengembangan produksi hingga memenuhi standar minimal ekspor sekitar 20 ton. Dari dua greenhouse, produksi saat ini baru mencapai sekitar dua ton," papar Asep Angga Purnama.
Target tersebut menunjukkan bahwa pengelola tidak hanya berorientasi pada hasil panen jangka pendek, tetapi juga mulai merancang pengembangan usaha menuju skala produksi yang lebih besar dan berdaya saing.
Pengembangan melon premium di Tenjoayu sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi pertanian dapat menjadi salah satu jalan bagi desa untuk membangun kemandirian ekonomi. BUMDes tidak hanya berperan sebagai lembaga usaha, tetapi juga dapat menjadi penggerak produktivitas, pencipta peluang ekonomi, serta ruang tumbuhnya kreativitas masyarakat.
Ke depan, pengembangan potensi pertanian berbasis desa diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong lahirnya kerja sama ekonomi antardesa.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pengelolaan yang profesional, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, potensi pertanian seperti budidaya melon premium di Tenjoayu diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru Kabupaten Sukabumi.
Langkah tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah, melalui pembangunan ekonomi yang tumbuh dari potensi dan kekuatan masyarakat desa.***Dadan Sundana

Author

Editor Tarman Suherman
Profil Editor Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top