Sidak Senyap KDM di Kaki Ciremai, Tegaskan Perlindungan Alam Berbasis Warga
Pemerintahan    Jumat 16 Januari 2026    08:17:22 WIBKUNINGAN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tanpa seremoni dan pengawalan berlebihan, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak ke kawasan kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2025).
Dalam sidak tersebut, KDM meninjau langsung aktivitas penambangan batu oleh warga serta kondisi sejumlah sumber mata air yang mulai terancam. Ia menegaskan, Gunung Ciremai tidak boleh dipandang semata sebagai ruang eksploitasi jangka pendek, melainkan warisan ekologis yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Gunung ini bukan hanya milik hari ini, tapi titipan untuk generasi yang akan datang,” ujar KDM di hadapan warga dan petugas di lokasi.
Sidak berlangsung dinamis dan sempat diwarnai perdebatan terbuka antara KDM dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan. KDM mengkritik pola penanaman pohon yang dinilainya masih bersifat simbolik dan belum menyentuh aspek keberlanjutan.
“Penanaman sering kali hanya seremonial. Yang paling sulit justru perawatannya. Percuma menanam ribuan pohon jika tidak dirawat,” tegasnya.
Tak hanya menyampaikan kritik, KDM juga menawarkan solusi konkret. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melibatkan masyarakat sekitar kaki Gunung Ciremai dalam program penanaman kembali lahan gundul sekaligus perawatannya secara berkelanjutan. Warga akan diberdayakan dan diberikan upah sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga lingkungan.
“Nanti Pemprov Jabar akan mempekerjakan warga sekitar untuk menanami kembali kawasan Gunung Ciremai sekaligus merawatnya, agar kawasan ini kembali rimbun,” kata KDM.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memulihkan fungsi ekologis Gunung Ciremai sebagai daerah resapan air, meminimalkan risiko bencana lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Langkah tegas KDM ini pun menuai perhatian publik. Di media sosial, banyak warganet menilai sidak tanpa seremoni serta solusi nyata di lapangan menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga kelestarian alam dari ancaman kerusakan.***Ading Permana




























