Dari Baduy untuk Indonesia: Lebak Rayakan HPN 2026 Lewat Kemah Budaya
Daerah    Sabtu 17 Januari 2026    15:55:45 WIBLebak, Banten – Pemerintah Kabupaten Lebak memanfaatkan momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Provinsi Banten untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata daerah. Salah satunya melalui Kemah Budaya yang dilaksanakan pada 16–17 Januari 2026 di Kampung Adat Baduy, sebuah ruang hidup masyarakat adat yang hingga kini konsisten menjaga tradisi dan kearifan lokal.
Kegiatan ini diikuti oleh wartawan dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian dari rangkaian resmi HPN 2026. Para peserta dilepas langsung oleh Pelaksana Tugas Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Lebak, Iyan Fitriyana, di Pendopo Museum Multatuli, Jumat (16/1/2026). Pelepasan turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSP) Kabupaten Lebak dr. Anik Sakinah serta Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam sambutannya, Iyan Fitriyana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Lebak sebagai lokasi salah satu rangkaian kegiatan HPN 2026. Menurutnya, kegiatan Kemah Budaya ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki nilai strategis sebagai sarana riset dan dokumentasi tentang kehidupan masyarakat adat Baduy.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Melalui kegiatan ini, akan lahir perspektif dan riset strategis mengenai masyarakat adat Baduy yang ditulis langsung oleh para jurnalis,” ujar Iyan.
Ia juga berharap insan pers dapat terus membersamai pemerintah daerah, khususnya dalam menyampaikan program-program pembangunan yang tengah dijalankan Pemkab Lebak kepada masyarakat secara objektif dan konstruktif.
Sementara itu, Kepala Dinas KominfoSP Kabupaten Lebak, dr. Anik Sakinah, menegaskan bahwa Kemah Budaya merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan media massa dalam mengangkat nilai-nilai budaya sekaligus potensi wisata Lebak ke tingkat nasional.
“Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan jurnalis dengan ruang budaya Baduy, tetapi juga menjadi media promosi yang otentik dan berkelanjutan. Dari sini akan lahir karya jurnalistik yang bernilai dokumentatif,” kata Anik.
Ia mengungkapkan, rangkaian kegiatan Kemah Budaya ini akan menghasilkan karya tulis yang dihimpun dalam bentuk buku, yang rencananya akan diluncurkan pada puncak peringatan HPN 2026 di Provinsi Banten.
Melalui Kemah Budaya Baduy, Pemkab Lebak berharap nilai kearifan lokal, harmoni dengan alam, serta identitas budaya masyarakat adat dapat dikenal lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Lebak sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.***Elsa Fitria




























