Dari Lereng Cisalak ke Afrika Utara, Kopi Subang Menyapa Dunia
Ekonomi    Sabtu 17 Januari 2026    18:19:04 WIBSUBANG – Dari kaki Gunung Cisalak, aroma kopi Subang kini menembus batas benua. Sabtu (17/1/2026), sebanyak 96 ton kopi asal Kabupaten Subang resmi diekspor ke Aljazair, menandai babak baru perjalanan kopi lokal menuju pasar global.
Pelepasan ekspor berlangsung di Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) dan dihadiri langsung Menteri Koperasi dan UKM RI Dr. Ferry Juliantono, didampingi Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi. Sebanyak lima kontainer kopi diberangkatkan menuju Afrika Utara, memperkuat posisi kopi Subang yang sebelumnya telah menembus pasar Amerika Serikat, China, Mesir, dan Vietnam.
Ekspor ini bukan sekadar capaian angka, melainkan bukti bahwa koperasi desa mampu bersaing di level internasional. Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, mengungkapkan saat ini sekitar 90 persen produksi koperasi diserap pasar ekspor. Bahkan, koperasi telah mengantongi kontrak dagang dengan perusahaan dari Qatar, membuka peluang pasar yang kian luas.
Tak hanya soal ekspor, keberhasilan ini juga membawa harapan besar bagi petani. Melalui skema pengelolaan dua hektare lahan per anggota, koperasi menargetkan pendapatan petani bisa mencapai hingga Rp150 juta per tahun—sebuah lompatan signifikan bagi kesejahteraan di sektor hulu.
Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menegaskan bahwa ekspor kopi ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian dan perdagangan Subang. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen terus mendukung koperasi dan UMKM agar naik kelas dan memberi dampak nyata bagi petani.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menilai Koperasi GLB telah masuk kategori koperasi kelas dunia. Ia optimistis, dengan tata kelola yang profesional dan konsisten, kopi Subang berpotensi menembus lebih banyak negara.
Kini, ekspor kopi Subang bukan lagi sekadar mimpi. Dari desa, petani membuktikan bahwa produk lokal mampu mendunia—mengangkat nama daerah, sekaligus menyejahterakan warganya.***Red Ah




























