Menjaga Warisan, Merawat Persatuan: PPSI Jawa Barat Resmi Dipimpin H. Dadang Hermansyah
Daerah    Minggu 18 Januari 2026    22:43:31 WIBBANDUNG – Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) resmi melantik Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPSI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2030. Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Gedung Kebudayaan, Jalan Naripan No. 7–9, kawasan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026).
Ketua DPW PPSI Jawa Barat H. Dadang Hermansyah dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPSI Galih Santika, disaksikan sejumlah tokoh nasional dan daerah dari unsur TNI, Polri, legislatif, serta tokoh olahraga dan kebudayaan Jawa Barat.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting tampak hadir, di antaranya Danpusenif TNI Letnan Jenderal TNI H. Iwan Setiawan, SE, MM, Wadan Pusenif Mayjen TNI Tantan Ardianto, S.I.P., Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan, S.I.K., SH, MH, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buki Wibawa, tokoh sepak bola Jawa Barat Umuh Muchtar, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dadang Naser, serta Kepala Dispora Provinsi Jawa Barat Dr. Heri Antasari, ST, M.Dep.Plg.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika menegaskan bahwa PPSI memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan bangsa. Organisasi ini lahir pada tahun 1957 atas prakarsa Teritorial VI R.A. Kosasih, dengan Ketua PPSI pertama Kolonel CPM Harun dari unsur Kodam dan Denpom.
“Sejak awal, PPSI dibentuk untuk mempersatukan para pendekar dan jawara dalam menjaga keutuhan NKRI, termasuk menghadapi ancaman DI/TII pada masa itu,” ujar Galih.
Ia menambahkan, PPSI memiliki ikatan historis yang erat dengan TNI, khususnya Kodam dan Denpom, sehingga sinergi dengan institusi pertahanan negara menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan organisasi. Galih juga mengaku merasa tenang melihat PPSI Jawa Barat kembali solid dan bersinergi dengan TNI, ditandai dengan kehadiran para perwira tinggi dalam pelantikan tersebut.
Pada kesempatan itu, Galih turut mengulas sejarah awal pencak silat di Jawa Barat yang dikenal dengan “Beungkeut Pakuan”, yang didirikan oleh Raden Ema Bratakusumah bersama para jawara. Ia mendorong agar tokoh tersebut diusulkan sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghargaan atas jasanya dalam membangun jati diri budaya bangsa.
Sementara itu, Danpusenif TNI Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan menegaskan bahwa PPSI yang berdiri pada 17 Agustus 1957 kini telah berusia 68 tahun dan tetap memegang peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa melalui jalur kebudayaan dan bela diri tradisional.
“PPSI bertujuan menyatukan para pesilat di seluruh Indonesia untuk menjaga bangsa dan negara. Para jawara dan tokoh pemuda disatukan demi keutuhan NKRI,” tegasnya.
Ketua DPW PPSI Jawa Barat H. Dadang Hermansyah dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para tokoh nasional dan daerah. Menurutnya, kehadiran Pangdam III/Siliwangi, Danpusenif TNI, Ketua DPRD Jawa Barat, serta tokoh masyarakat seperti Umuh Muchtar menjadi energi moral bagi seluruh anggota PPSI Jawa Barat.
“Kehadiran para tokoh ini merupakan momentum sejarah yang luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga marwah PPSI,” ujarnya.
Ia juga berharap implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dapat diperkuat melalui peraturan daerah di Provinsi Jawa Barat, sehingga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa semakin kokoh dan berdaya saing.
Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030 berlangsung semarak, diawali dengan pertunjukan pencak silat yang memukau dari anggota PPSI Jawa Barat. Acara ini turut dihadiri perwakilan 27 DPD PPSI kabupaten/kota se-Jawa Barat serta para tokoh pencak silat, dan berlangsung aman, tertib, serta sukses.***Ayi Herlambang




























