Banjir Meluas di Karawang, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian
Daerah    Selasa 20 Januari 2026    01:03:41 WIBKARAWANG - Pemerintah Kabupaten Karawang tengah menimbang peningkatan status penanganan banjir dari Siaga Bencana menjadi Tanggap Darurat, menyusul meluasnya wilayah terdampak dan terus bertambahnya jumlah warga yang merasakan dampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang hingga Senin (19/1/2026) pukul 08.00 WIB mencatat, banjir telah merendam 26 desa di 12 kecamatan. Sedikitnya 13.400 orang dewasa terdampak, bersama 374 balita, 86 bayi, 77 lansia, serta 4.304 kepala keluarga yang kini berjuang menata ulang kehidupan di tengah genangan.
“Apabila kondisi terus memburuk dan jumlah kecamatan terdampak melampaui 50 persen wilayah Kabupaten Karawang, status bencana akan kami naikkan menjadi tanggap darurat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, Senin (19/1/2026).
Banjir juga meninggalkan jejak kerusakan pada 3.163 unit rumah, lima rumah ibadah, dan dua sarana pendidikan. Sektor pangan tak luput dari dampak, dengan 680 hektare sawah serta 3.268 hektare tambak terendam air.
Di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, banjir memaksa ribuan warga mengungsi. Wilayah ini mencatat 2.154 jiwa terdampak, dengan 1.798 orang tersebar di 10 titik pengungsian. Kawasan tersebut turut menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang meninjau langsung kondisi warga dan penanganan di lapangan.
BPBD Karawang menyebut, berbagai langkah darurat telah dilakukan, mulai dari asesmen dan kaji cepat, pendirian posko siaga di Mako BPBD, evakuasi warga, hingga penyaluran logistik bersama Dinas Sosial, PMI, dan organisasi relawan.
Sejumlah titik pengungsian disiapkan, di antaranya Kantor Kelurahan Tanjungpura, Ruko Karaba, Jalan Pemancingan Ajo, dan Ruko Tupperware. Keterbatasan personel BPBD—sekitar 40 orang—ditopang oleh dukungan 60 relawan dari berbagai komunitas kebencanaan seperti Tagana, Sagara, Katana, dan forum relawan lainnya.
Di tengah prakiraan BMKG yang menyebut curah hujan tinggi hingga Februari 2026 disertai potensi cuaca ekstrem, BPBD kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat segera mengungsi ke tempat aman saat curah hujan meningkat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujar Usep.
BPBD memastikan pembaruan data akan terus dilakukan. Rilis lanjutan dijadwalkan pukul 11.00 WIB, termasuk kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya.***Emn




























