Saan Mustopa Dorong Normalisasi Citarum–Cibeet, Ikhtiar Jangka Panjang Kurangi Banjir Karawang–Bekasi
Pemerintahan    Kamis 22 Januari 2026    16:38:04 WIBKARAWANG - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendorong perbaikan dan normalisasi Sungai Citarum serta Sungai Cibeet dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir di Kabupaten Karawang dan Bekasi.
Saan menilai banjir yang kerap melanda Karawang dipicu luapan Sungai Citarum dan Cibeet saat curah hujan tinggi terjadi bersamaan di wilayah hulu hingga hilir. Kondisi itu diperparah oleh menurunnya daya tampung sungai, sehingga debit air tidak tertahan dan akhirnya melimpas ke permukiman.
“Normalisasi Sungai Citarum dan Cibeet ini sangat penting. Ketika curah hujan di hulu dan di Karawang sama-sama tinggi, air tidak tertampung dan akhirnya meluap. Ini yang akan kita dorong, termasuk penganggarannya,” ujar Saan saat meninjau banjir di Karawang, Selasa (20/1/2026).
Ia mengatakan DPR RI akan mengawal alokasi anggaran agar proses normalisasi tidak bersifat sementara, melainkan berjalan konsisten. Upaya tersebut akan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan lapangan.
“Kita dorong normalisasi dilakukan bertahap supaya daya tampung sungai terhadap debit air besar bisa kembali optimal,” katanya.
Selain normalisasi, Saan juga menekankan perlunya pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul, serta perbaikan siphon di sejumlah titik rawan. Ia mencontohkan proyek pengendali banjir di Karangligar yang saat ini tengah berjalan melalui kolaborasi Kementerian PU, pemerintah daerah, dan DPR RI.
“Mudah-mudahan Agustus 2026 pengendali banjir di Karangligar sudah selesai, sehingga banjir tahunan di sana bisa teratasi,” ujarnya.
Saan menambahkan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan parsial. Ia meminta mitigasi dilakukan menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Citarum, mulai dari Karawang hingga Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, termasuk pemetaan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan dampak besar.
“Kita minta BBWS dan BPBD memetakan titik-titik rawan, termasuk potensi tanggul jebol dan kerusakan bantaran sungai. Semua akan kita dorong untuk diperbaiki secara bertahap,” kata Saan.
Ia berharap, dukungan anggaran yang konsisten dan sinergi pemerintah pusat-daerah dapat membuat persoalan banjir tahunan di Karawang berangsur tertangani, sekaligus memberi rasa aman bagi warga yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman luapan sungai.***Red/Emn




























