Di Tengah Banjir Indramayu, Anak-Anak Menjaga Riang di Jalan yang Terendam
Daerah    Jumat 23 Januari 2026    18:53:52 WIBINDRAMAYU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu sejak Kamis (22/1/2026) malam hingga Jumat (23/1/2026) pagi meninggalkan jejak genangan air di sejumlah titik. Salah satu yang paling terdampak adalah ruas Jalan Indramayu–Jatibarang, jalur utama penghubung aktivitas warga dan arus perekonomian daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan, ketinggian air di badan jalan mencapai sekitar 40 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa. Kondisi tersebut membuat satu jalur dari arah Jatibarang menuju pusat Kota Indramayu terpaksa ditutup sementara karena tidak dapat dilalui kendaraan. Penutupan ini berdampak pada perlambatan arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi hingga siang hari.
Namun, di balik kepadatan dan kewaspadaan para pengendara, pemandangan berbeda justru terlihat di jalur yang terendam. Sejumlah anak-anak tampak memanfaatkan genangan banjir sebagai arena bermain dadakan. Dengan tawa riang, mereka berenang dan bermain air di tengah jalan yang berubah layaknya kolam besar, sesekali menunjuk ke arah rumah-rumah mereka yang juga ikut terendam banjir.
“Dari pagi hujan memang sudah reda, tapi airnya belum juga surut sampai sekarang,” ujar Tarmin (46), warga setempat yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi genangan. Ia menduga, banjir yang bertahan cukup lama ini disebabkan oleh saluran pembuangan air di sisi jalan provinsi yang mengalami pendangkalan, sehingga aliran air tidak berjalan optimal.
Menurut Tarmin, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, ruas jalan tersebut kerap tergenang. Warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk melakukan normalisasi saluran air agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Sementara itu, pengendara yang melintas di jalur yang masih dibuka diminta untuk tetap berhati-hati. Meski dapat dilalui, genangan air masih terlihat di beberapa titik dan berpotensi membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
Di tengah situasi yang menuntut kewaspadaan dan kesabaran, keceriaan anak-anak di lokasi banjir seakan menjadi potret kontras kehidupan warga. Sebuah pengingat bahwa di balik persoalan infrastruktur dan cuaca ekstrem, ada harapan akan solusi dan kepedulian bersama agar jalanan kembali aman, dan rumah-rumah terbebas dari genangan.***Fikri Rianto




























