Hujan dan Angin Kencang Luluhlantakkan Rumah Warga Indramayu, Harapan Bantuan Menguat
Peristiwa    Jumat 23 Januari 2026    19:05:33 WIBIndramayu – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Indramayu sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026) pagi. Cuaca ekstrem tersebut tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meninggalkan luka bagi sebagian masyarakat yang rumahnya rusak parah.
Sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat di dua desa berbeda. Dua rumah berada di Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, sementara satu rumah lainnya terletak di Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu.
Salah satu rumah yang terdampak paling serius adalah milik Turiah (52), warga Blok Bandos, Desa Cidempet. Sekitar pukul 17.00 WIB, tembok bagian belakang rumahnya jebol akibat tak mampu menahan tekanan air hujan yang terus mengguyur. Kondisi bangunan kini sangat memprihatinkan, dengan struktur rumah tampak rapuh dan sebagian ditopang tiang bambu agar tidak roboh.
Turiah mengungkapkan, rumah tersebut dibangun secara sederhana karena keterbatasan ekonomi. Ironisnya, saat musibah terjadi, rumah itu ditempati oleh anaknya. Sementara Turiah dan sang suami kini terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah orang tua demi keselamatan.
“Rumahnya memang seadanya, kami bangun sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” tutur Turiah dengan suara lirih.
Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan assessment dan pendataan dampak kerusakan. BPBD memastikan bantuan logistik darurat akan segera disalurkan kepada para korban terdampak.
Di tengah keterbatasan yang ada, warga berharap perhatian lebih dari pemerintah, khususnya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Harapan itu menguat mengingat rumah-rumah yang rusak berdiri di atas tanah milik sendiri, sehingga secara administratif memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan perbaikan.
Bagi warga terdampak, bantuan tersebut bukan sekadar soal bangunan, melainkan harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak, sekaligus memulihkan rasa tenang setelah diterpa bencana.***Fikri Rianto




























