Ratusan Hektare Sawah Terendam, Petani Kalentambo Subang Cemas Gagal Panen
Peristiwa    Jumat 23 Januari 2026    22:02:08 WIBSUBANG -Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Subang sejak Rabu (21/1) malam kembali memicu banjir di area pertanian. Di Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanagara, ratusan hektare sawah dilaporkan terendam akibat luapan kali pembuang menuju Kali Sewo.
Banjir datang di saat sebagian petani tengah memasuki masa tanam benih. Genangan air yang belum kunjung surut membuat tanaman padi yang baru ditanam terancam rusak. Para petani pun diliputi kekhawatiran, sebab bila air bertahan lebih dari tujuh hari, padi berpotensi membusuk dan berujung gagal panen.
Kepala Desa Kalentambo, Endi Sonjaya, menegaskan banjir pertanian yang berulang tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan musiman semata. Ia meminta instansi terkait melakukan penanganan serius, termasuk normalisasi saluran sekunder secara menyeluruh agar aliran air kembali lancar dan genangan cepat surut.
“Ini persoalan serius. Dinas Pertanian harus sungguh-sungguh turun ke lapangan untuk mendata penyebab banjir. Jangan sampai petani di Desa Kalentambo mengalami gagal panen,” ujar Endi Sonjaya, Jumat (23/1/2026).
Endi juga mengaitkan persoalan ini dengan agenda besar ketahanan pangan nasional. Menurutnya, komitmen pemerintah dalam mendorong swasembada pangan perlu ditopang langkah nyata di lapangan, bukan sekadar penanganan darurat saat banjir sudah terjadi.
“Program Presiden Prabowo sudah jelas, Indonesia menargetkan swasembada pangan. Maka Dinas Pertanian jangan hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga solusi jangka panjang,” ucapnya.
Selain mendorong percepatan normalisasi, Endi mengimbau para petani tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, kondisi cuaca masih fluktuatif dan curah hujan di sejumlah wilayah Subang belum menunjukkan tanda mereda.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah dan dinas teknis segera bergerak cepat, agar kerusakan lahan tidak meluas dan ancaman terhadap penghidupan petani dapat ditekan sejak dini.***Red/Ah




























