Habbina
Belajar dari Banjir, Jawa Barat Dorong Hunian Vertikal untuk Warga Kecil
0 Komentar 151 pembaca

Belajar dari Banjir, Jawa Barat Dorong Hunian Vertikal untuk Warga Kecil

Pemerintahan

Bekasi - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang akan mengalihfungsikan kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, menjadi apartemen bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dukungan itu bukan tanpa alasan. Bagi Dedi, pembangunan hunian ke depan tidak boleh lagi mengulangi kesalahan lama: membangun perumahan di wilayah rawan banjir dan mengorbankan lahan produktif.

“Tidak boleh lagi areal-areal yang berpotensi banjir dibangun sebagai kawasan perumahan. Kita harus belajar dari pengalaman pahit yang sudah-sudah. Solusinya adalah rumah vertikal,” ujar Dedi saat ditemui, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, kondisi geografis Jawa Barat yang semakin tertekan oleh pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan menuntut perubahan cara pandang dalam pembangunan perumahan. Hunian tapak di wilayah dataran rendah dan daerah resapan air dinilai tidak lagi relevan.

Dedi menilai kawasan Meikarta justru memiliki potensi besar untuk dijadikan solusi. Sejumlah menara apartemen telah berdiri dan secara infrastruktur dinilai tinggal dimanfaatkan serta disesuaikan dengan konsep hunian bersubsidi.

“Dari lahan sekitar 20 hektare, kawasan ini bisa menampung hingga 100 ribu unit apartemen. Bayangkan, jika 100 ribu orang bisa tinggal di sini, maka sekitar 50 ribu hektare sawah di Jawa Barat bisa kita selamatkan dari alih fungsi,” katanya.

Ia menegaskan, penyelamatan lahan pertanian bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga soal masa depan lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Alih fungsi sawah yang masif selama ini disebutnya sebagai salah satu penyebab meningkatnya banjir di wilayah perkotaan dan sekitarnya.

Namun, Dedi mengingatkan bahwa gagasan hunian vertikal tidak boleh berhenti di Bekasi saja. Kota-kota besar lain di Jawa Barat, termasuk Bandung dan kawasan perkotaan padat lainnya, diminta mulai menyiapkan konsep serupa secara terencana dan berkelanjutan.

“Bandung, Depok, Bogor, Cimahi, semuanya harus mulai berpikir ke arah sana. Kota tidak bisa terus melebar, tapi harus meninggi. Ini bukan pilihan, tapi kebutuhan,” tegasnya.

Dedi juga menekankan pentingnya memastikan hunian vertikal tersebut tetap layak, manusiawi, dan terjangkau bagi masyarakat kecil. Menurutnya, apartemen bersubsidi harus dibangun dengan pendekatan sosial, bukan sekadar proyek fisik.

“Kita tidak sedang membangun gedung, tapi membangun kehidupan. Warga harus nyaman, punya akses transportasi, pendidikan, dan pekerjaan,” pungkasnya.

Rencana transformasi Meikarta ini diharapkan menjadi titik balik kebijakan perumahan di Jawa Barat dari pembangunan yang eksploitatif menuju hunian yang lebih adil, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. ***Sam

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top