Ratusan Warga Srimukti dan Sriamur Terpaksa Mengungsi, Plt. Bupati Bekasi Tinjau Langsung Penanganan Banjir
Peristiwa    Sabtu 24 Januari 2026    17:13:41 WIBBekasi – Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam menyebabkan luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) melanda Desa Srimukti dan Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Sejak Minggu lalu, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang terendam air setinggi satu hingga dua meter. Warga hanya bisa menyelamatkan harta benda seadanya, sementara anak-anak dan lansia menempati posko pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.
Di tengah kesulitan itu, kehadiran pemerintah daerah menjadi oase bagi warga terdampak. Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, turun langsung ke lapangan pada Sabtu (24/1), meninjau posko banjir di Desa Srimukti. Bupati memastikan dapur umum berjalan lancar, tempat pengungsian layak huni, dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tersedia. “Kita ingin memastikan seluruh warga mendapat perlindungan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujarnya saat meninjau lokasi pengungsian.
Di posko, suasana haru dan cemas bercampur. Seorang ibu pengungsi, Rina (34), menceritakan betapa ia harus meninggalkan rumahnya bersama dua anak balitanya. “Kami hanya bisa membawa pakaian seadanya, air masuk ke rumah begitu cepat. Anak-anak takut, tapi kami bersyukur ada posko untuk berteduh,” ujarnya sambil menahan air mata.
Tak jauh dari posko, relawan dan petugas BPBD sigap menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, serta selimut hangat untuk warga. Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan akan terus memberikan penanganan cepat dan terpadu selama masa tanggap darurat banjir. Bupati Asep menambahkan, upaya mitigasi dan pemantauan sungai akan diperkuat agar bencana serupa dapat diminimalisir di masa depan.
Banjir ini tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memutus akses jalan dan membuat warga kehilangan mata pencaharian sementara. Meski begitu, solidaritas antarwarga dan kehadiran pemerintah memberikan harapan bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian.***Sam




























