Merajut Masa Depan Vokasi: Sharp dan SMKN 3 Karawang Siapkan Generasi Siap Kerja
Pendidikan    Selasa 27 Januari 2026    06:07:19 WIBKARAWANG – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan daya saing nasional. Salah satu kunci utamanya terletak pada pengembangan pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata dunia usaha dan industri.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diposisikan sebagai ujung tombak pencetak tenaga kerja terampil dan adaptif. Namun, tantangan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang menuntut kolaborasi lintas sektor secara konkret dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang, yang dilaksanakan pada Senin (26/1/2026). Kerja sama ini menjadi wujud sinergi nyata antara dunia industri dan pendidikan vokasi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Penandatanganan MoU turut disaksikan Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Chaerudin, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kolaborasi strategis antara industri dan institusi pendidikan.
Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan SDM Indonesia.
“Sharp Class bukan sekadar program pelatihan, tetapi komitmen berkelanjutan Sharp untuk terlibat langsung dalam mencetak tenaga kerja vokasi yang kompeten dan siap kerja. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan industri. Kami percaya, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia kerja,” ujar Lise.
Di SMKN 3 Karawang, Program Sharp Class diikuti oleh 25 siswa terpilih dan berlangsung selama dua bulan dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Materi pembelajaran difokuskan pada penguasaan teori dan praktik di bidang Air Conditioner (AC), salah satu kompetensi teknis dengan permintaan tinggi di sektor elektronik dan jasa layanan.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali penguatan soft skill, mulai dari pelayanan pelanggan, etos kerja, komunikasi profesional, hingga dasar kewirausahaan. Pembekalan ini diharapkan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki mental siap kerja dan kemandirian.
Kepala SMKN 3 Karawang, Ade Mardiah Hayati, menilai Program Sharp Class sebagai model kolaborasi ideal dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi.
“Program Sharp Class memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri. Materi, metode praktik, serta keterlibatan langsung tenaga profesional dari Sharp membantu siswa memahami standar kerja sesungguhnya. Ini bukti bahwa kolaborasi industri dan sekolah mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK,” katanya.
Program Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada 2012 dan hingga kini telah diimplementasikan di 24 SMK di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, hingga sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Sejauh ini, sebanyak 893 siswa telah mengikuti program tersebut, dengan 83 lulusan di antaranya bergabung sebagai karyawan Sharp Indonesia. Sementara lulusan lainnya berkiprah di perusahaan nasional dan internasional, serta mengembangkan usaha mandiri di bidang jasa dan teknologi.
Melalui keberlanjutan Program Sharp Class, Sharp Indonesia berharap dapat terus berkontribusi aktif mendukung agenda pemerintah di bidang pendidikan vokasi, memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional, sekaligus mendorong lahirnya SDM unggul yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.
“Kolaborasi ini akan terus kami perluas ke lebih banyak SMK di berbagai daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” tutup Lise.***Emn




























