Air Naik Tanpa Ampun, Warga Pamanukan Berjuang Selamatkan Diri dan Harapan
Peristiwa    Sabtu 31 Januari 2026    00:22:22 WIBSUBANG -Banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, kian mengkhawatirkan. Luapan Sungai Cipunagara tak lagi sekadar merendam permukiman warga, tetapi kini menenggelamkan pusat pertokoan Pamanukan, Jumat (30/1/2026), melumpuhkan nadi ekonomi kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan air bah menguasai jalan-jalan protokol yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga. Akses utama lumpuh total, kendaraan tak bisa melintas. Kepanikan tak terhindarkan. Warga berhamburan ke luar rumah, berusaha menyelamatkan diri dan mencari tempat yang lebih aman.
Di Pusat Pertokoan Pamanukan, para pemilik toko hanya bisa berkemas seadanya. Di tengah genangan air yang terus meninggi, barang-barang dagangan seperti elektronik, pakaian, hingga perhiasan diangkut keluar toko demi menghindari kerugian yang lebih besar.
Situasi diperparah dengan terputusnya jalur provinsi penghubung Subang–Pamanukan. Sejak depan Kantor Desa Rancasari hingga Perempatan Kolong Flyover Pamanukan, air menggenangi badan jalan, memutus arus lalu lintas sepenuhnya.
Debit Sungai Cipunagara siang ini tercatat mencapai 760 mdpl, jauh melampaui ambang batas normal 600 mdpl. Air sungai terus meluber, merendam permukiman warga hingga hampir dua meter atau setinggi pintu rumah. Kondisi ini membuat banjir diperkirakan masih akan membesar.
“Banjirnya makin besar, sepanjang pertokoan sudah terendam. Warga panik langsung keluar rumah buat ngungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Ahmad Sopandi, warga Pamanukan.
Ribuan warga kini memadati kawasan Flyover Pamanukan untuk mengungsi. Namun, rasa aman belum sepenuhnya dirasakan. Debit air masih terus meningkat, sementara warga hanya bisa berharap air segera surut dan bantuan cepat datang.***Red Ahas




























