Dago di Persimpangan Pariwisata dan Hunian, Pemkot Bandung Cari Titik Temu
Pemerintahan    Sabtu 31 Januari 2026    04:06:05 WIBKota Bandung – Pemerintah Kota Bandung berkomitmen mengurai berbagai persoalan kompleks di kawasan Dago, wilayah yang memiliki karakter unik sebagai pusat pariwisata sekaligus kawasan permukiman warga.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-80 di Kelurahan Dago, Jumat (30/1/2026). Farhan menilai, meskipun secara geografis relatif kecil, Kelurahan Dago menghadapi tantangan yang berlapis dan tidak sederhana.
“Siskamling hari ini masalahnya sangat kompleks di Kelurahan Dago yang kecil ini, tapi di sinilah pusat industri pariwisata di Kota Bandung,” ujar Farhan.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi kawasan Dago adalah bagaimana aktivitas industri pariwisata dapat berjalan seiring dengan kehidupan warga, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan lingkungan dan kenyamanan permukiman.
“Permasalahannya adalah bagaimana industri pariwisata ini kemudian bisa bersentuhan dan memberikan manfaat langsung kepada warga masyarakat,” katanya.
Farhan mengungkapkan, berbagai persoalan kerap muncul seiring tingginya aktivitas pariwisata, mulai dari kemacetan lalu lintas, persoalan kebersihan, hingga tekanan terhadap daya dukung lingkungan. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Ia menekankan, penyelesaian persoalan di kawasan Dago tidak bisa dilakukan secara sepihak. Diperlukan pendekatan yang saling menyesuaikan antara kepentingan industri pariwisata dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kita akan mencari titik tengah untuk saling menyesuaikan. Baik industri maupun masyarakat harus saling menyesuaikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyoroti pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai risiko melalui kegiatan siskamling. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas persoalan kawasan perkotaan.
“Ini semua mesti kita tangani bersama,” tuturnya.***Ayi Herlambang




























