Hari Ketujuh Longsor Pasirlangu: 60 Korban Ditemukan, Tim SAR Perkuat Pencarian 20 Orang yang Masih Hilang
Peristiwa    Sabtu 31 Januari 2026    19:56:08 WIBBandung Barat -Suasana duka masih menyelimuti Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), setelah bencana tanah longsor yang terjadi sepekan lalu menelan puluhan korban jiwa. Hingga memasuki hari ketujuh operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Tim SAR Gabungan melaporkan telah mengevakuasi 60 jenazah dari timbunan material longsor yang menutup sebagian kawasan permukiman warga. (30/01).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa proses identifikasi korban terus dilakukan secara intensif. Dari total korban yang ditemukan, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Data korban masih bersifat dinamis karena asesmen lapangan terus berlangsung. Kami memastikan setiap perkembangan akan segera disampaikan kepada publik,” ujar Syafii dalam keterangannya.
Upaya pencarian terhadap 20 korban yang masih dinyatakan hilang terus digencarkan. Tim SAR mengerahkan berbagai sumber daya, mulai dari personel gabungan, alat berat, perangkat pencarian darat, hingga dukungan pemantauan udara. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat guna mempercepat proses evakuasi di tengah kondisi medan yang berat dan cuaca yang kerap berubah.
Selain fokus pada pencarian korban, petugas turut mengantisipasi potensi longsor susulan yang dapat membahayakan tim di lapangan maupun warga sekitar. Sejumlah titik rawan terus dipantau, sementara area operasi dibagi ke dalam beberapa sektor untuk memaksimalkan penyisiran.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi. Posko darurat tetap beroperasi untuk menyediakan layanan kesehatan, logistik, serta dukungan psikososial bagi warga terdampak yang masih menghadapi trauma akibat bencana tersebut.
Operasi SAR direncanakan berlangsung selama masa Status Tanggap Darurat yang ditetapkan selama 14 hari. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, harapan untuk menemukan seluruh korban tetap dijaga, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.
Di tengah duka mendalam, solidaritas masyarakat terus mengalir. Relawan dari berbagai daerah berdatangan membawa bantuan dan semangat kemanusiaan, menunjukkan bahwa di balik tragedi, kepedulian tetap menjadi kekuatan utama untuk bangkit bersama.***Ayi Herlambang




























