Tanggul Citarum Kembali Jebol, Warga Muaragembong Hanya Bisa Berharap pada Penanganan Nyata Pemerintah
Peristiwa    Sabtu 31 Januari 2026    22:53:48 WIBBEKASI - Duka kembali menyelimuti warga Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti kembali jebol pada Sabtu (31/1/2026), menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga. Peristiwa ini bukan yang pertama—dalam kurun waktu dua pekan terakhir, tanggul tersebut tercatat sudah tiga kali mengalami kerusakan.
Banjir yang datang berulang membuat warga kelelahan, baik secara fisik maupun mental. Aktivitas sehari-hari terganggu, sejumlah rumah terendam, dan warga harus kembali berhadapan dengan kekhawatiran akan kerugian yang terus berulang.
Danu (55), salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi yang tak kunjung membaik. Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya membutuhkan bantuan darurat, tetapi juga langkah konkret agar bencana serupa tidak terus terjadi.
“Kami sudah terlalu sering merasakan banjir akibat tanggul jebol. Baru mulai berbenah, air datang lagi. Harapan kami pemerintah kabupaten dan provinsi segera melakukan penanganan serius, jangan hanya sementara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perbaikan tanggul harus dilakukan secara menyeluruh dengan konstruksi yang kuat, sehingga mampu menahan debit air ketika volume Sungai Citarum meningkat, terutama saat curah hujan tinggi.
Warga pun berharap ada koordinasi cepat antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pihak terkait lainnya untuk mencari solusi jangka panjang. Tanpa perbaikan permanen, mereka khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan mengancam keselamatan serta mata pencaharian masyarakat pesisir.
Selain merendam rumah, banjir juga berpotensi mengganggu kesehatan warga dan memperlambat aktivitas ekonomi. Tidak sedikit masyarakat yang terpaksa menghentikan pekerjaan sementara waktu demi menyelamatkan barang-barang berharga.
Kini, di tengah genangan yang kembali datang, warga Muaragembong hanya bisa berharap ada tindakan nyata dan berkelanjutan. Mereka ingin terbebas dari siklus banjir tahunan yang seolah tak berujung agar dapat menjalani hidup dengan lebih aman dan tenang.***Samsudin




























